Lapas Tanjung Gusta Beri Remisi Waisak 2026 kepada 35 WBP Buddha
Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta Medan memberikan Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2026 kepada 35 warga binaan beragama Buddha yang memenuhi persyaratan, Senin (2/6). Pemberian remisi dilakukan sebagai hak sekaligus penghargaan atas perubahan perilaku positif selama menjalani masa pidana.
Pemberian remisi dan tujuan pembinaan
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menjelaskan remisi adalah bentuk apresiasi negara terhadap upaya warga binaan dalam mengikuti program pembinaan. Ia menekankan remisi juga berfungsi untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.
“Pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pengurangan masa pidana, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan, meningkatkan kualitas diri, serta mempersiapkan diri untuk kembali berintegrasi secara sehat dan produktif di tengah masyarakat,”
Rincian penerima remisi
Dari total 46 warga binaan beragama Buddha di Lapas Kelas I Medan, sebanyak 35 orang memenuhi syarat dan menerima remisi. Seluruh penerima merupakan peserta remisi lanjutan.
- Remisi 1 bulan: 8 orang
- Remisi 1 bulan 15 hari: 11 orang
- Remisi 2 bulan: 16 orang
Warga binaan yang belum menerima remisi
Sebanyak 11 warga binaan belum memperoleh remisi karena tidak memenuhi syarat administratif atau hukum yang ditetapkan. Rinciannya adalah sebagai berikut.
- 5 narapidana dengan pidana seumur hidup
- 2 narapidana dengan pidana mati
- 3 berstatus tahanan (belum menjadi narapidana)
- 1 menjalani pidana pengganti denda (subsider)
Kebijakan nasional dan cakupan
Fonika menyebut pemberian remisi ini sejalan dengan kebijakan nasional Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pada 2026, remisi khusus dan pengurangan masa pidana khusus untuk Hari Raya Waisak diberikan kepada 1.052 narapidana dan anak binaan beragama Buddha di seluruh Indonesia.
“Momentum Hari Raya Waisak menjadi sarana refleksi bagi warga binaan untuk memperkuat pengendalian diri, meningkatkan kualitas spiritual dan moral, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,”
Penutup
Lapas Kelas I Medan menegaskan komitmen menjadikan pembinaan sebagai instrumen utama. Tujuannya adalah membentuk warga binaan yang bertanggung jawab dan produktif saat kembali ke masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Petstival Kemerdekaan 2026 Medan: Pameran dan Lomba Hewan Peliharaan
YA.TEAM menggelar Petstival Kemerdekaan 2026 di Medan, 15-17 Agustus, dengan pameran, lomba hewan, edukasi,...
Ahli Sebut Audit Tak Standar pada Sidang Korupsi Inalum
Dua ahli dari penasihat hukum menilai penahanan Dante dan laporan audit kasus penjualan aluminium Inalum bel...
CCTV Rekam 100 Geng Motor Serang Rumah di Medan Labuhan
CCTV merekam ratusan geng motor menyerang rumah warga di Pekan Labuhan, Medan Labuhan; pemilik melapor ke Po...
Polda Sumut Tangkap 4 Pengedar 'Vape Getar', Sita Ratusan Liquid
Polda Sumut menangkap empat pengedar 'Vape Getar' di Medan dan menyita ratusan liquid diduga mengandung etom...
Pemprov Sumut Perketat Pengawasan akibat Kelangkaan Semen
Pemprov Sumut memperketat pengawasan distribusi semen setelah laporan kelangkaan dan kenaikan harga; koordin...
HMI: Program MBG di Labuhanbatu Carut-marut, SPPG Banyak Tak Beroperasi
HMI Labuhanbatu Raya menilai program MBG carut-marut: SPPG banyak belum beroperasi, data penerima tak akurat...