Kemenimipas Beri Remisi Khusus Waisak kepada 1.052 Warga Binaan
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memberikan remisi khusus pada peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada narapidana dan anak binaan beragama Buddha di seluruh Indonesia. Sebanyak 1.052 orang menerima pengurangan masa pidana, program dilaksanakan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan nasional.
Rincian penerima remisi
Pemberian hak remisi dilakukan berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan hanya kepada warga binaan yang memenuhi syarat administratif dan substantif selama masa pembinaan. Mayoritas penerima memperoleh pengurangan sebagian masa pidana.
"Ini bentuk penghargaan negara atas perubahan perilaku positif. Mereka juga aktif mengikuti program pembinaan selama menjalani pidana,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam keterangan tertulis yang diterima pada 31 Mei 2026.
Jenis remisi dan jumlah
Dari total 1.052 penerima, rincian jenis remisi sebagai berikut.
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Total penerima remisi | 1.052 orang |
| Remisi Khusus I (pengurangan sebagian masa pidana) | 1.041 orang |
| Remisi Khusus II (langsung bebas) | 6 orang |
| Pengurangan Masa Pidana Khusus I (anak binaan) | 5 orang |
| Jumlah narapidana dan tahanan beragama Buddha | 1.944 orang |
| Yang memenuhi syarat remisi khusus menurut data | 1.047 orang |
| Total tahanan dan narapidana (nasional) | 270.779 orang (55.457 tahanan, 215.322 narapidana) |
| Total anak dan anak binaan | 1.663 orang (323 anak, 1.340 anak binaan) |
Sebaran provinsi
Data Kemenimipas mencatat penerima remisi paling banyak berasal dari Sumatera Utara dengan 186 orang. Posisi berikutnya ditempati Kalimantan Barat (163 orang) dan DKI Jakarta (140 orang). Distribusi ini menunjukkan remisi diberikan di berbagai wilayah lapas dan rutan secara merata.
Tujuan dan harapan
Menurut Agus, remisi dimaksudkan sebagai insentif bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan aktif mengikuti program pembinaan. Remisi juga diharapkan membantu proses reintegrasi sosial setelah bebas.
"Momentum Waisak menjadi sarana refleksi dan pengendalian diri. Kualitas spiritual serta moral harus terus ditingkatkan dalam kehidupan,"
Dengan kebijakan ini, Kemenimipas menegaskan komitmen untuk mengaitkan aspek hukum dengan nilai-nilai pembinaan. Ke depan, evaluasi administrasi dan program pembinaan akan menentukan kelayakan remisi bagi warga binaan lainnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Cholil Nafis: AI Tak Bisa Jadi Guru Agama, MUI Dorong Jihad Digital
Wakil Ketua MUI Cholil Nafis menegaskan AI tidak bisa menjadi guru agama dan MUI akan melancarkan 'jihad dig...
Ahmad Muzani: KUII Ke-8 Jadi Wadah Persatuan Umat Islam
Ahmad Muzani menyebut KUII Ke-8 momentum tepat untuk menyatukan umat Islam menghadapi ketidakpastian politik...
Kemkomdigi Tindaklanjuti Putusan MK soal Sisa Kuota Internet
Kemkomdigi akan menindaklanjuti Putusan MK yang mewajibkan penyedia menjaga sisa kuota pelanggan agar tetap...
MUI Perkuat Persahabatan RI-Palestina Lewat Program Beasiswa
MUI memperkuat persahabatan Indonesia-Palestina lewat program beasiswa bagi pelajar Palestina yang dibiayai...
Operasi SAR KM Nurul Salsa Ditutup, 14 Penumpang Masih Hilang
Operasi SAR KM Nurul Salsa di perairan Selayar ditutup setelah 10 hari; 58 selamat, 4 meninggal, dan 14 masi...
MK Wajibkan Operator Sediakan Pilihan agar Sisa Kuota Tak Hangus
MK memerintahkan operator menyediakan pilihan agar sisa kuota internet tetap aktif dan bisa digunakan hingga...