Kementrans Tetapkan 1.230 Peserta Lolos Rekrutmen TEP 2026
Kementerian Transmigrasi menetapkan 1.230 peserta lolos Rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Pengumuman hasil dirilis pada Selasa, 2 Juni 2026 malam melalui laman resmi. Peserta yang lolos akan tergabung dalam 246 tim dan ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Hasil rekrutmen dan penempatan
Sekretaris Jenderal Kementrans, Edy Gunawan, menyatakan antusiasme tinggi terlihat dari total pelamar yang mencapai 10.359 orang. Pengumuman resmi menegaskan bahwa 1.230 peserta terpilih berasal dari 10 kampus mitra penyelenggara.
"1.230 peserta dan 246 ketua tim yang dapat ditugaskan pada pelaksanaan Tim Ekspedisi Patriot tahun 2026. Tidak terpilihnya seseorang bukan berarti yang bersangkutan kurang kompeten, tapi kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari tingginya jumlah peserta," kata Edy Gunawan.
Durasi tugas dan cakupan kegiatan
Program TEP dibagi dua masa pengabdian. Untuk Non-Papua masa pengabdian selama empat bulan, sedangkan TEP di Papua berlangsung satu tahun. Para peserta lulusan D4 dan S1 akan langsung melakukan riset, kajian, dan pendampingan masyarakat.
Tugas tim meliputi pendampingan petani dan nelayan, dukungan pendidikan di sekolah, peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, serta penguatan ekonomi lokal.
Rincian tim per kampus mitra
Setiap tim terdiri dari satu ketua tim dan empat anggota. Berikut rincian jumlah tim dan peserta per kampus mitra:
- Institut Teknologi Bandung (ITB): 24 tim, 120 anggota
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): 25 tim, 125 anggota
- Institut Pertanian Bogor (IPB): 25 tim, 125 anggota
- Universitas Indonesia (UI): 25 tim, 125 anggota
- Universitas Gadjah Mada (UGM): 24 tim, 120 anggota
- Universitas Diponegoro (Undip): 24 tim, 120 anggota
- Universitas Padjadjaran (Unpad): 24 tim, 120 anggota
- Universitas Airlangga (Unair): 25 tim, 125 anggota
- Universitas Brawijaya (UB): 25 tim, 125 anggota
- Universitas Hasanuddin (Unhas): 25 tim, 125 anggota
Cara mengecek hasil
Peserta dapat memeriksa status rekrutmen secara individual melalui laman resmi. Langkah pengecekan sebagai berikut:
- Kunjungi tep.transmigrasi.go.id/status
- Masukkan nomor identitas (NIK atau nomor paspor) saat pendaftaran
- Klik tombol pencarian atau periksa status
- Sistem menampilkan hasil rekrutmen peserta secara individual
Komentar mitra dan kebutuhan disiplin ilmu
Perwakilan TEP 2026 dari Universitas Diponegoro, Asnawi Manaf, menekankan pentingnya kesesuaian disiplin ilmu dengan kebutuhan lapangan. Ia menyebutkan contoh bidang yang dibutuhkan.
"Semuanya dari banyak yang mendaftar memang kami klasterkan pertama, kemudian kami sesuaikan dengan apa hasil evaluasi 2025. Mereka juga akan dilihat portofolio akademik mereka, kemudian pengalaman mereka selama ini, juga kaitannya dengan apa pengalaman," ujar Asnawi.
Kementrans menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendaftar. Keberagaman latar belakang peserta dinilai menjadi kekuatan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat dan memperkuat kehadiran negara di kawasan transmigrasi.
Ke depan, pelaksanaan TEP 2026 diharapkan memberi dampak nyata pada pembangunan lokal dan penguatan ekonomi komunitas transmigrasi.
Berita Terkait
MaiA: Platform AI Permudah Rencana Perjalanan Wisatawan
Kemenpar meluncurkan MaiA, platform AI untuk memudahkan penyusunan rencana perjalanan dan mempromosikan dest...
Pelemahan Rupiah Dongkrak Daya Saing Pariwisata Indonesia
Pelemahan rupiah membuat Indonesia lebih murah bagi wisatawan asing, mendorong kunjungan dari Asia meski tan...
Gede Narayana Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat
Gede Narayana resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua KIP menggantikan Arya Sandhiyudha; penetapan melalui rapat...
Pemerintah Siapkan Sanksi Publik bagi Pelanggar Uji Tuntas HAM
KemenHAM siapkan sanksi, termasuk publikasi identitas, bagi perusahaan >2.000 pekerja yang tak lapor uji tun...
DPR: Diplomasi Presiden Kunci Hadapi Tantangan Geopolitik
DPR menilai diplomasi presiden penting hadapi gejolak geopolitik; masukan publik layak dipertimbangkan, tapi...
UNDP: Uji Tuntas HAM Kini Wajib bagi Perusahaan Global
UNDP: uji tuntas HAM kini mengikat secara hukum dan jadi tuntutan investor; perusahaan Indonesia harus terap...