Kemlu ke India untuk Menelusuri Rekaman Radio Rimba Raya
Kementerian Luar Negeri akan menempuh jalur diplomatik ke India agar dapat menelusuri rekaman siaran Radio Rimba Raya. Upaya ini dimulai setelah muncul informasi bahwa arsip rekaman diduga tersimpan di All India Radio. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Jakarta.
Diplomasi untuk menegaskan keberadaan arsip
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Heru Subolo, mengatakan langkah awal adalah penjajakan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi. Tujuan awalnya memastikan kebenaran informasi mengenai lokasi rekaman.
Selanjutnya Kemlu akan menjajaki komunikasi dengan pihak All India Radio dan Kementerian Luar Negeri India untuk mendapatkan respons resmi dan data lebih lengkap.
"Kami mendapatkan informasi bahwa hasil rekaman ternyata disinyalir, disimpan di All India Radio,"
Koordinasi dengan ANRI dan bentuk pengajuan
Jika bukti arsip ditemukan, Kemlu berencana berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan bentuk pengajuan yang paling tepat. Heru menegaskan peran penting ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia) dalam proses ini.
"Nanti kita akan berkonsultasi dengan ANRI. Kita akan lihat situasinya, koordinasi dengan ANRI akan menjadi kunci sejauh mana proses ini akan kita lakukan dengan India,"
Koordinasi tersebut akan menentukan langkah teknis, seperti permintaan akses arsip, pemulihan berkas, atau prosedur legal yang harus ditempuh antarnegara.
KPI Aceh dorong status cagar budaya
Inisiatif penelusuran rekaman juga berkaitan dengan dorongan Komite Pers Nasional (KPI) Aceh untuk menjadikan Radio Rimba Raya sebagai cagar budaya nasional. Menurut Ketua KPI Aceh, Reza Pahlevi, upaya itu bertujuan meneruskan semangat perjuangan yang pernah dikobarkan stasiun radio tersebut.
"Jadi kita duduk dengan beberapa sejarawan, kemudian juga dengan pemerintah, dengan arsip yang ada di daerah. Kita dapatkan bahwa ini merupakan radio yang dulu disiarkan ketika menangkal isu dari Belanda bahwa Indonesia tidak ada,"
Reza menekankan bahwa siaran pada 1948 memainkan peran penting untuk membantah propaganda Belanda dan menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih berdiri.
Langkah berikutnya dan implikasi
Proses penelusuran akan bergantung pada respons India dan hasil verifikasi di lapangan. Jika arsip terbukti ada, langkah selanjutnya meliputi koordinasi teknis dengan ANRI dan penentuan mekanisme pengajuan resmi.
Upaya ini tidak hanya bernilai historis, tetapi juga berpotensi memperkuat argumen penetapan Radio Rimba Raya sebagai cagar budaya nasional, serta menjaga jejak perjuangan kemerdekaan bagi generasi mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo: Motor Listrik Hemat hingga 70% — Skema Tukar Tambah Disiapkan
Presiden Prabowo bilang motor listrik bisa menghemat 50–70% biaya operasional; pemerintah siapkan skema tuka...
Prabowo Resmikan MOLINAS di ALVA Cikarang, Dorong Kemandirian Energi
Presiden Prabowo meresmikan MOLINAS di ALVA Cikarang, mendorong transisi ke listrik, pengurangan impor BBM,...
DPR Minta Evaluasi Pengawasan Pascakebakaran KMP Putri Yasmin
Komisi V DPR minta evaluasi menyeluruh pengawasan keselamatan pelayaran usai kebakaran KMP Putri Yasmin; 1 t...
Soekarno-Hatta Perketat Keamanan, Penyelundupan Digagalkan
Pengawasan di Bandara Soekarno-Hatta diperketat setelah petugas Avsec menggagalkan dugaan penyelundupan pada...
Menko Pangan Paparkan Capaian 20 Bulan Pemerintahan Prabowo
Menko Pangan Zulkifli Hasan memaparkan capaian 20 bulan pemerintahan Prabowo: sukses hentikan impor pakan, t...
Muhammadiyah: Pers Harus Tampilkan Kebenaran untuk Bangsa
Haedar Nashir meminta pers menampilkan kebenaran dan kebaikan demi kepentingan bangsa saat Peringatan Hari P...