Rehabilitasi Bendungan Aek Sarulla Ganggu Irigasi Petani Taput
Tapanuli Utara (Taput) — Proyek rehabilitasi Bendungan Aek Sarulla di Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, memicu keluhan warga karena mengganggu aliran irigasi pertanian. Proyek senilai Rp24,4 miliar dari UPTD Pengelolaan Sibundong Batangtoru, Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara sedang berjalan dan dinilai menutup saluran air ke sawah sekitar lokasi.
Keluhan warga terdampak
Sejumlah petani melaporkan aliran air menuju lahan pertanian mereka tertutup oleh material dan pekerjaan proyek. Kondisi ini membuat aliran air macet dan dikhawatirkan mengganggu persiapan tanam yang akan segera dimulai.
Saluran irigasi tertutup akibat pekerjaan proyek, sehingga aliran air ke persawahan kami menjadi macet
Warga lain menegaskan kekhawatiran serupa. Mereka meminta agar pengerjaan proyek tidak mengorbankan kebutuhan air untuk pertanian yang berada di musim tanam.
Padahal saat ini sudah mau musim tanam
Tanggapan pengawas proyek
Pengawas Proyek Rehabilitasi Bendungan Aek Sarulla, Rinaldi Sianturi, menyatakan pihak proyek telah merespons keluhan tersebut dan melakukan langkah perbaikan untuk mengembalikan aliran air.
Merespons keluhan warga, air sudah kami jalankan ke wilayah pasar
Rinaldi menyampaikan informasi itu melalui pesan WhatsApp. Meski demikian, pekerjaan rehabilitasi masih berlangsung sehingga penyesuaian teknis mungkin terus dilakukan.
Dampak, harapan, dan prospek
Warga berharap pekerjaan rehabilitasi tetap berjalan namun tidak mengganggu kebutuhan air sawah, terutama menjelang musim tanam. Jika aliran tidak stabil, petani bisa menghadapi penundaan tanam atau penurunan produktivitas.
Proyek ini penting untuk perbaikan infrastruktur bendungan dalam jangka panjang. Namun, pengelolaan sementara aliran air dan komunikasi antara pelaksana proyek dengan masyarakat lokal dinilai krusial untuk mencegah dampak pada produksi pertanian.
Pengawasan lebih lanjut dan koordinasi antara dinas terkait, pengawas proyek, dan perwakilan petani dapat menjadi langkah untuk memastikan rehabilitasi berjalan lancar tanpa mengorbankan kebutuhan irigasi masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kapolri Rotasi Beberapa Kapolres di Sumut melalui Surat Telegram
Kapolri melakukan rotasi beberapa Kapolres di Sumatera Utara lewat surat telegram rahasia pada 31 Agustus un...
Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter
Gunung Sinabung erupsi Senin pagi; kolom abu mencapai 3.500 meter dari puncak. PVMBG imbau larangan aktivita...
Polri Mutasi Sejumlah PJU Polda Sumut lewat Surat Telegram
Mabes Polri mengganti sejumlah PJU di Polda Sumut lewat surat telegram rahasia pada Senin (31/8), termasuk I...
DPRD Medan Sosialisasikan Perda Pengelolaan Persampahan ke Warga Marelan
Anggota DPRD Medan, Tia Ayu Anggraini, mensosialisasikan Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang pengelolaan persam...
DPRD Minta Pemko Medan Pastikan Pelayanan Kesehatan Terpenuhi
Anggota DPRD Medan dr. Faisal Arbie minta Pemko pastikan layanan kesehatan terpenuhi dan warga berani melapo...
Keributan Debt Collector di Siantar Utara, Polisi Tangani Langsung
Polsek Siantar Utara merespons keributan karena debt collector hendak membawa sepeda motor dan mengarahkan k...