Nasional

Reformasi Subsidi dan Transisi Energi Harus Sejalan

Bagikan:
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno berbicara soal reformasi subsidi dan transisi energi

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan bahwa reformasi subsidi energi dan transisi energi harus dilaksanakan secara bersamaan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Pernyataan itu disampaikan Rabu, 22 Juli 2026, sebagai respons terhadap persoalan ketidaktepatan sasaran subsidi dan kebutuhan menurunkan emisi karbon.

Tujuan reformasi subsidi dan masalah saat ini

Eddy mengatakan reformasi subsidi bertujuan mewujudkan keadilan sosial melalui penyaluran yang lebih tepat sasaran. Selama ini sebagian manfaat subsidi dinikmati kelompok masyarakat berpenghasilan lebih tinggi, sehingga efektivitas anggaran berkurang. Oleh sebab itu, ia mendorong skema penyaluran baru yang memastikan kelompok rentan mendapatkan haknya.

"Reformasi subsidi bukan soal mengurangi perlindungan. Tetapi mengubah cara negara melindungi rakyat sehingga kelompok rentan benar-benar mendapatkan haknya secara adil dan efisien," kata Eddy, Rabu, 22 Juli 2026.

Skema penyaluran yang diusulkan

Menurut Eddy, reformasi harus mengedepankan penyaluran yang berbasis data akurat. Model yang disarankan adalah subsidi langsung kepada penerima manfaat dengan verifikasi data untuk menghindari kebocoran. Langkah ini diharapkan meningkatkan efektivitas anggaran dan membuka ruang fiskal.

Transisi energi sebagai strategi ganda

Transisi energi, kata Eddy, berfungsi menurunkan emisi karbon sekaligus memperkuat kemandirian energi. Tanpa arah transisi yang jelas, reformasi subsidi hanya menghasilkan penghematan jangka pendek. Sebaliknya, transisi energi yang tidak didukung reformasi subsidi berpotensi membebani fiskal negara.

Integrasi kebijakan untuk ketahanan nasional

Eddy menekankan pentingnya mengintegrasikan kedua agenda tersebut untuk menghadapi dinamika geopolitik global. Integrasi itu diyakini dapat meningkatkan ketahanan energi melalui penguatan infrastruktur dan pengurangan ketergantungan impor energi. Selain itu, reformasi subsidi yang tepat membuka peluang investasi lebih besar di sektor energi.

Peluang ekonomi hijau

Lebih jauh, Eddy melihat transisi energi sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. Pengembangan energi terbarukan dan industri hijau dapat menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan. Dengan demikian, kebijakan yang terkoordinasi dapat memberi manfaat sosial dan ekonomi sekaligus.

Dengan menggabungkan reformasi subsidi dan transisi energi, pemerintah diharapkan mampu menciptakan kebijakan yang adil, efisien, dan mendukung ketahanan energi jangka panjang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait