Politik

PDI Jatim Luncurkan Red Corner untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Muda

Bagikan:
Erma Susanti saat peluncuran Red Corner Koperasi Mega Bhakti di Blitar

Red Corner resmi dibuka oleh Koperasi Mega Bhakti DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sebagai ruang kolaborasi bagi desainer muda, pelaku UMKM, dan generasi muda di bidang fashion dan ekonomi kreatif.

Peluncuran digelar di sela peresmian hasil renovasi Istana Gebang, Kota Blitar, pada Senin (15/6/2026). Inisiatif ini bertujuan mendorong pengembangan kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kaum muda di Jawa Timur.

Tujuan dan konsep Red Corner

Red Corner dirancang sebagai wadah yang menggabungkan ruang pamer, pembelajaran, dan inkubasi usaha kreatif. Kepala Koperasi Mega Bhakti, Erma Susanti, mengatakan konsepnya dibuat dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda.

"Red Corner adalah wadah bagi anak-anak muda untuk berkreasi dan menunjukkan karya terbaiknya. Kami ingin mendekatkan semangat perjuangan melalui pendekatan yang lebih membumi dan inklusif,"

Erma menambahkan bahwa selain menjadi etalase produk, Red Corner juga menyediakan pelatihan mulai dari desain, produksi, hingga pemasaran.

Program dan aktivitas di lokasi

Di dalam Red Corner, peserta dapat mengikuti rangkaian program pembelajaran kreatif. Program meliputi workshop desain, pendampingan produksi, dan strategi pemasaran digital untuk UMKM dan kreator muda.

Ruang ini juga akan menjadi tempat pameran koleksi dan tempat bertemunya pelaku kreatif dari berbagai daerah. Dengan demikian, Red Corner diharapkan menghasilkan jejaring dan peluang usaha yang konkret bagi pengunjung.

Respon desainer dan kader

Pada peluncuran perdana, sejumlah desainer kader PDI Perjuangan Jawa Timur menampilkan karya mereka. Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, memperkenalkan koleksi hijab bermotif bunga merah.

"Bunga merah melambangkan kekuatan perempuan. Ada kelembutan, tetapi juga keberanian dan semangat untuk terus bergerak maju,"

Dewanti menegaskan bahwa fashion bisa menjadi media penyampaian nilai dan identitas yang memberi rasa percaya diri kepada pemakainya.

Desainer muda Qintharra U. Yassifa menyatakan Red Corner ingin menghadirkan produk identitas dan kebangsaan yang relevan dengan gaya hidup Gen Z. Menurutnya, produk tidak perlu kaku dan harus nyaman serta modern.

"Kami ingin menunjukkan bahwa fashion yang membawa identitas dan semangat perjuangan juga bisa tampil modern, stylish, dan dekat dengan anak muda,"

Dampak dan prospek

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Red Corner diproyeksikan menjadi pusat pemberdayaan. Inisiatif ini menargetkan lahirnya desainer baru, pelaku usaha, dan kreator muda dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Ke depan, pengelola berharap Red Corner mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk muda kreatif.

BACA JUGA: lihat publikasi terkait di Google News

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait