Lokal

Razia Lapas Tanjung Gusta: 220 Tes Urine Negatif dan Puluhan Barang Disita

Bagikan:
Petugas menggeledah kamar hunian Lapas Tanjung Gusta Medan saat razia gabungan

Medan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan menggelar razia dan penggeledahan gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) pada Rabu malam (16/9). Kegiatan dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) serta peredaran barang terlarang di dalam lapas. Sebanyak 220 orang menjalani tes urine dan seluruh hasil dinyatakan negatif narkoba.

Pelaksanaan razia dan penggeledahan

Razia dipimpin Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang. Operasi melibatkan jajaran Lapas Kelas I Medan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, TNI, dan Polri. Penggeledahan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB dan menyasar 20 kamar hunian yang ditentukan secara random, objektif, dan tanpa pilih kasih.

Prosedur dilaksanakan ketat. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dikeluarkan satu per satu untuk pemeriksaan badan. Petugas juga menggeledah barang milik penghuni dan seluruh bagian kamar dengan tetap mengedepankan standar keamanan.

Barang yang ditemukan

Petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperkenankan berada di dalam kamar hunian. Barang-barang tersebut langsung diamankan untuk dicatat dan diinventarisasi.

  • 6 unit handphone
  • kipas angin
  • rice cooker
  • kompor listrik
  • teko listrik
  • charger dan headset
  • korek api
  • gunting, obeng, cutter, tang, palu, sutil
  • sambungan listrik
  • speaker dan pompa air elektrik

Barang-barang terlarang tersebut akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan, termasuk proses pemusnahan bila diperlukan.

Tes urine dan hasil pemeriksaan

Selain penggeledahan, petugas melakukan tes urine terhadap 220 peserta, terdiri dari 200 WBP dan 20 petugas lapas. Hasil pemeriksaan menyatakan semua peserta negatif narkoba.

Tanggapan pejabat

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, menegaskan tujuan operasi. Ia menyebut kegiatan untuk menjaga keamanan dan mencegah peredaran barang terlarang.

"Razia dan tes urine ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban. Pelaksanaannya dilakukan secara objektif dan tanpa tebang pilih. Kami akan terus memperkuat sinergi dengan APH untuk memastikan Lapas tetap aman, tertib, dan bersih dari narkoba," ujar Jalu.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan komitmen pengawasan yang konsisten. Ia menyatakan penggeledahan dilakukan berkala dan acak sebagai bagian dari upaya pencegahan.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan melaksanakan langkah-langkah pencegahan secara berkala. Penggeledahan dilakukan secara random dan tanpa tebang pilih sebagai bagian dari deteksi dini," ungkap Fonika.

Tindak lanjut dan implikasi

Hasil negatif tes urine menunjukkan tidak adanya indikasi penyalahgunaan narkoba pada saat razia. Namun, keberadaan puluhan barang terlarang menegaskan perlunya pengawasan lanjutan. Pihak lapas akan melanjutkan pencatatan, inventarisasi, dan penindakan sesuai aturan.

Langkah ini diharapkan memperkuat keamanan dan ketertiban di Lapas Tanjung Gusta serta mencegah potensi gangguan yang dapat membahayakan warga binaan dan petugas.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait