Wamendag: Rasio Kewirausahaan RI Baru 3,29% — Target 10–12%
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan bahwa rasio kewirausahaan Indonesia saat ini baru mencapai 3,29% dari total angkatan kerja. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 1 Juni 2026, dengan catatan pemerintah menargetkan rasio mencapai 10–12% untuk mendukung transformasi menjadi negara maju.
Rasio saat ini dan target nasional
Kemendag mencatat angka rasio kewirausahaan yang masih rendah. Kondisi ini dianggap Roro perlu diperbaiki melalui penguatan ekosistem bisnis dan pelatihan wirausaha.
Target 10–12% menjadi acuan kebijakan jangka menengah untuk meningkatkan peran pelaku usaha kecil dan menengah dalam perekonomian.
Peran waralaba sebagai pendorong wirausaha
Roro menekankan waralaba sebagai model bisnis yang efektif karena terstandarisasi dan mudah direplikasi. Menurutnya, perluasan usaha berbasis waralaba dapat mempercepat lahirnya wirausaha baru.
"Perluasan kesempatan berusaha menjadi agenda penting sebab waralaba merupakan model bisnis yang efektif dalam mempercepat lahirnya wirausaha baru. Waralaba bersifat terstandarisasi dan mudah direplikasi," ujar Roro.
Ia mendorong pelaku waralaba untuk memperluas pasar hingga tingkat internasional, didukung berbagai fasilitasi perdagangan pemerintah.
Fasilitas pemerintah untuk ekspansi usaha
Pemerintah menyediakan beberapa kanal untuk membantu pengusaha masuk pasar luar negeri dan memperluas jejaring.
- Atase Perdagangan
- Konsulat Dagang
- Indonesia Trade Promotion Center (ITPC)
Roro menyebut bahwa fasilitas business matching dapat membantu pengusaha menemukan mitra, distributor, atau investor yang relevan.
"Kami turut mengajak pelaku usaha waralaba untuk tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga berani go global. Fasilitasi business matching dapat membantu meningkatkan jejaring dan memperluas usaha," kata Roro.
Saran bagi calon pewaralaba dan konsumen
Roro mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan prinsip 2L: legal dan logis saat memilih usaha waralaba. Ia mengingatkan agar tidak mudah tergiur janji keuntungan tetap yang tidak realistis.
"Saat memutuskan waralaba, pertimbangkan dulu 2L; legal dan logis. Kami berharap, masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal atau klaim bebas risiko," ucap Roro.
Potensi kuliner daerah dan dukungan AFI
Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar, menyoroti potensi besar makanan khas daerah sebagai produk waralaba dan ekspor. Ia berharap pemerintah terus memfasilitasi UMKM makanan agar produk lokal tetap relevan dan dikenal luas.
"Makanan khas Indonesia sangat beragam di tiap daerah. Pemerintah diharapkan mendorong dan memfasilitasi UMKM makanan Indonesia agar tetap relevan dan mendunia," ujar Anang.
Dengan peningkatan pelatihan, akses pasar, dan standar bisnis, pemerintah berharap rasio kewirausahaan dapat naik menuju target. Langkah nyata dari ekosistem usaha diperlukan agar angka 3,29% tidak menjadi angka statis, melainkan titik awal percepatan kewirausahaan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...