Nasional

Presiden Pimpin Rapat Paripurna DEN di Istana, Menteri Hadir

Bagikan:
Ruang rapat Istana Kepresidenan saat acara Dewan Energi Nasional

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Pertemuan itu dihadiri oleh seluruh anggota DEN, termasuk sejumlah menteri, untuk membahas kebijakan dan isu strategis sektor energi.

Tujuan rapat dan jadwal rutin

Rapat paripurna ini merupakan agenda rutin DEN yang dijadwalkan dua kali dalam setahun dan dipimpin langsung oleh Presiden. Selain menyinergikan kebijakan, pertemuan juga menjadi forum evaluasi capaian dan arah kebijakan energi ke depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengatakan rapat hari ini bukan sekadar kelanjutan dari pertemuan terbatas sebelumnya. Menurutnya, paripurna menghadirkan seluruh pemangku kepentingan untuk pembahasan menyeluruh.

"Hari ini, kami akan melakukan rapat paripurna dengan seluruh anggota Dewan Energi Nasional,"

Komposisi anggota DEN

Bahlil menjelaskan DEN terdiri dari perwakilan kementerian, unsur masyarakat, dan akademisi. Pada level pimpinan, Presiden bertindak sebagai ketua, sedangkan Bahlil menjabat sebagai ketua harian.

"Dewan Energi Nasional ini kan ketua, ketuanya Bapak Presiden Prabowo, dan saya sebagai ketua harian,"

Dia menambahkan, anggota lain berasal dari pemangku kepentingan, utusan masyarakat, akademisi, serta beberapa menteri yang menjadi anggota resmi DEN.

Peserta yang hadir

Sejumlah pejabat terpantau tiba di Kompleks Istana Kepresidenan untuk mengikuti rapat paripurna. Kedatangan mereka memperkuat komitmen antar-institusi dalam penyusunan kebijakan energi.

  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tiba sekitar pukul 15.50 WIB)
  • Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat
  • Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudi
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara
  • Pakar geofisika dan vulkanologi Surono

Isu utama yang dibahas

Menurut Bahlil, agenda pembahasan bersifat komprehensif dan mencakup semua aspek energi. Salah satu isu yang kemungkinan dibahas adalah pencampuran bahan bakar nabati E20, namun rapat tidak terbatas pada topik tersebut.

"Bagian daripada itu. Pasti kalau kita bicara tentang Dewan Energi Nasional, seluruh bagian menyangkut dengan energi akan menjadi pembahasan nantinya,"

Pembahasan diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat ketahanan energi dan mendukung transisi energi nasional.

Implikasi dan tindak lanjut

Putusan atau rekomendasi rapat paripurna ini bakal menjadi acuan kebijakan tingkat nasional karena dipimpin langsung oleh Presiden. Selanjutnya, pembahasan teknis dan implementasi akan dilanjutkan oleh ketua harian dan tim terkait.

Dengan melibatkan pejabat lintas sektor dan pakar, rapat diharapkan mempercepat konsolidasi kebijakan energi yang berkelanjutan dan aplikatif.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait