Kondisi Terkini Karhutla 16 Sept 2026: Fokus Kalimantan & Sumatera
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi hingga 16 September 2026 di beberapa provinsi prioritas di Kalimantan dan Sumatera. Data BNPB menunjukkan penanganan terus berjalan pada titik api yang ditemukan, sementara dampak terhadap masyarakat dan kegiatan transportasi tetap menjadi perhatian.
Situasi umum dan pernyataan resmi
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan perkembangan penanganan karhutla pada koordinasi di Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Ia menegaskan bahwa upaya pemadaman dan mitigasi dampak terus dilakukan di wilayah terdampak.
“Kita melihat kejadian kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia. Penanganan terus dilakukan di wilayah terdampak,”
Perkembangan di Kalimantan Barat
Di Kalimantan Barat tercatat total luas lahan terbakar sekitar 48.659,43 hektare hingga 16 September. BNPB melaporkan tujuh fire spot dengan estimasi luas terbakar gabungan mencapai 122,9 hektare.
Sebanyak 65,6 hektare dari area itu berhasil dipadamkan, sementara sekitar 57,3 hektare masih memerlukan penanganan tambahan. Pemadaman darat dan udara dilanjutkan untuk mencegah munculnya titik api baru.
| Keterangan | Jumlah / Luas |
|---|---|
| Total luas terbakar (Kalbar) | 48.659,43 ha |
| Jumlah titik api tercatat | 7 titik (≈ 122,9 ha) |
| Luas dipadamkan | 65,6 ha |
| Sisa yang perlu penanganan | 57,3 ha |
| Personel satgas darat | 14.759 personel |
| Aset udara (patroli/OMC) | 5 unit patroli / OMC |
| Water bombing | 9 unit |
| Helikopter bantuan Jepang | 3 helikopter (2 helikopter telah melakukan 1 sorti masing-masing) |
Dampak pada aktivitas dan cuaca
Hujan ringan hingga lebat tercatat di beberapa kabupaten di Kalimantan Barat, termasuk Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Landak, Sambas, Sekadau, Sanggau, dan Bengkayang. Curah hujan membantu upaya pemadaman, namun kualitas udara tetap menurun.
Jarak pandang kurang dari 1 kilometer di sejumlah lokasi. Kondisi ini mengganggu operasi di Bandara Supadio Pontianak dan berpotensi menghambat mobilitas masyarakat.
Upaya penanggulangan
Penanganan diperkuat dengan 14.759 personel satgas darat. Dukungan udara meliputi patroli, water bombing, serta helikopter bantuan dari mitra internasional. Tim gabungan terus memprioritaskan pemadaman titik api aktif dan patroli untuk mencegah kebakaran baru.
Meski ada hujan di beberapa titik, otoritas tetap waspada terhadap potensi kebakaran berulang saat cuaca mengering. Pemulihan lahan dan mitigasi dampak terhadap warga di wilayah terdampak menjadi fokus selanjutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR: LRT Kelapa Gading-Manggarai Perkuat Transportasi Publik
Anggota DPR Danang apresiasi peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai 16 September 2026 sebagai langkah memperk...
Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan KMP Virgo
Presiden Prabowo memerintahkan investigasi kecelakaan KMP Virgo Transportasi 8; KNKT ditunjuk memimpin penye...
Pencarian Hari Keempat KM Virgo: Belum Ditemukan Korban Tambahan
Pencarian hari keempat KM Virgo Transport 8 belum menemukan korban tambahan. Arus kuat dan pergeseran bangka...
Indonesia-Malaysia Percepat Finalisasi MoU Perlindungan Pekerja Migran
Indonesia dan Malaysia mempercepat finalisasi MoU perlindungan pekerja migran; high level meeting dijadwalka...
MenHAM Dorong K/L Tindaklanjuti Masukan Publik dalam Kebijakan HAM
MenHAM Natalius Pigai dorong K/L tindaklanjuti masukan publik dari Forum Konsultasi HAM agar kebijakan HAM l...
Presiden Pimpin Rapat Paripurna DEN di Istana, Menteri Hadir
Presiden pimpin rapat paripurna Dewan Energi Nasional di Istana, 17 Sept 2026; menteri hadir untuk membahas...