Nasional

Pencarian Hari Keempat KM Virgo: Belum Ditemukan Korban Tambahan

Bagikan:
Tim SAR melakukan pencarian KM Virgo Transport di perairan saat operasi berlangsung

Pencarian hari keempat untuk korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 pada Rabu, 16 September 2026, belum membuahkan korban baru. Tim SAR gabungan masih belum menemukan penumpang tambahan baik di permukaan maupun di bawah air. Operasi terkendala arus bawah laut yang sangat kencang sehingga penyelaman belum bisa dilaksanakan optimal.

Kendala utama operasi

Rencana pencarian dibagi menjadi dua skema: penyisiran permukaan dan penyelaman underwater. Namun arus bawah laut di lokasi dilaporkan mencapai antara 6 hingga hampir 7 knot. Angka ini jauh melampaui ambang aman penyelaman yang direkomendasikan, yaitu di bawah 1,5 knot.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan kendala teknis membuat penyelaman belum bisa berjalan maksimal.

Hari ini, hari keempat kita belum mendapatkan korban yang baru untuk bisa kita evakuasi. Beberapa kendala kita hadapi, terutama untuk operasi underwater yang belum maksimal bisa kita laksanakan.

Upaya penyelam dan kondisi lapangan

Untuk keselamatan, tim penyelam yang sempat diturunkan akhirnya ditarik kembali ke atas armada. Pihak TNI AL mengerahkan dua tim khusus dari Kopaska dan Koppeba untuk mendukung operasi penyelaman.

Dua tim penyelam dari TNI AL mencoba semaksimal mungkin untuk melakukan penyelaman bawah air. Namun, arus di dalam air mencapai 6,8 knot yang tidak mudah untuk melaksanakan penyelaman.

Penarikan penyelam ini diambil demi mencegah risiko lebih besar terhadap personel yang turun ke air.

Pergeseran bangkai dan dampaknya

Selain arus, posisi bangkai KM Virgo Transport 8 terus bergeser sekitar 450 meter dari datum awal. Kedalaman bangkai juga bertambah; semula berada di kedalaman 21 meter kini mencapai 29 meter.

Perubahan posisi dan kedalaman memaksa tim untuk menyusun ulang rencana penyelaman. Tim teknis harus mencocokkan observasi lapangan dengan peta data teknis kapal sebelum penyelam kembali diturunkan.

Opsi salvage dan langkah berikutnya

Sebagai langkah alternatif, Basarnas menyiapkan opsi pembalikan posisi kapal atau salvage. Skema ini bertujuan membuka akses masuk ke dalam bangkai sehingga tim evakuasi bisa menyisir kemungkinan korban yang masih terjebak di dalam kapal.

Persiapan salvage meliputi analisis kondisi bawah air, pemetaan ulang posisi bangkai, dan koordinasi teknis antarinstansi terkait.

Data korban

Sampai saat ini, akumulasi korban yang berhasil dievakuasi tetap bertahan di angka 114 orang. Rinciannya tercantum pada tabel berikut.

Status Jumlah
Selamat 108
Meninggal 6
Masih Dicari 129
Total Dievakuasi 114

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan skenario berlapis. Fokus tim kini pada keselamatan penyelam, akurasi data posisi bangkai, dan kesiapan teknik salvage. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kondisi arus dan hasil pemetaan teknis di lapangan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait