Wapres Dorong Percepatan ASEAN Halal Council, Indonesia–Malaysia Sepakat
Wakil Presiden Gibran Rakabuming bertemu Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid bin Hamidi di Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan memperkuat kerja sama di sektor halal dan mendorong percepatan pembentukan ASEAN Halal Council. Kabar ini disampaikan Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan Baras usai mendampingi Wapres.
Kesepakatan Indonesia–Malaysia terkait halal
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan Baras, mengatakan kedua negara akan memprakarsai pembentukan Indonesia-Malaysia Halal Council pada akhir 2026. Langkah ini dimaksudkan sebagai tahap awal menuju pengakuan bersama produk halal.
"Salah satu poin penting dari acara ini adalah, sesuai dengan kunjungan kami sebelumnya ke Wakil Perdana Menteri. Membentuk rencana besar yaitu World Halal Council, yang sebelumnya akan kita bentuk tahun depan ASEAN Halal Council,"
"Dan rencananya di akhir tahun ini kita berdua memprakarsai Indonesia-Malaysia Halal Council,"
Tujuan: pengakuan produk dan mutual recognition
Babe Haikal—sapaan Ahmad Haikal—menjelaskan tujuan praktis dari inisiatif itu. Kerja sama diharapkan mempermudah pengakuan produk halal antarnegara sehingga label halal satu negara diakui di negara lain.
"Sehingga barang-barang halal yang ada di Indonesia itu sudah automaticly halal di Malaysia dan barang Malaysiapun sudah di Indonesia. Dengan cap yang sama, artinya sudah trust, mutual recognition agreement sudah naik kelas, sudah trust each other,"
Logo halal Indonesia semakin jadi rujukan internasional
Babe menyebut logo halal Indonesia telah menjadi rujukan bagi beberapa negara. Delegasi dari Sri Lanka dan Myanmar, menurutnya, sedang mempertimbangkan menerima produk berdasarkan pengakuan Indonesia.
Menurutnya, posisi logo halal Indonesia menunjukkan kepercayaan internasional yang tumbuh terhadap standar produk halal negara.
Halal sebagai nilai ekonomi dan transparansi
BPJPH menekankan bahwa konsep halal kini melampaui aspek ritual. Halal dikaitkan dengan transparansi, ketertelusuran, dan mutu produk.
"Halal itu bukan untuk agama tertentu, tapi untuk semua. Jadi halal Indonesia untuk masyarakat dunia, itu yang terjadi 2029 nanti,"
"Kita start dengan Indonesia Halal Council. Tahun depan pertengahan menjadi ASEAN Halal Council, 2028 pertengahan akan menjadi World Halal Council,"
Babe juga menyoroti tren global: di Eropa halal dianggap sebagai elite food, di China menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, dan di Korea mendapat julukan "double clean" sebagai penanda mutu tinggi.
Dengan fondasi kerja sama bilateral ini, pemerintah berharap pengakuan produk halal akan semakin luas, membuka peluang pasar, dan memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan standar halal internasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR: LRT Kelapa Gading-Manggarai Perkuat Transportasi Publik
Anggota DPR Danang apresiasi peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai 16 September 2026 sebagai langkah memperk...
Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan KMP Virgo
Presiden Prabowo memerintahkan investigasi kecelakaan KMP Virgo Transportasi 8; KNKT ditunjuk memimpin penye...
Pencarian Hari Keempat KM Virgo: Belum Ditemukan Korban Tambahan
Pencarian hari keempat KM Virgo Transport 8 belum menemukan korban tambahan. Arus kuat dan pergeseran bangka...
Kondisi Terkini Karhutla 16 Sept 2026: Fokus Kalimantan & Sumatera
Karhutla masih berlangsung di Kalimantan dan Sumatera per 16 Sept 2026; Kalbar lapor 48.659,43 ha terbakar d...
Indonesia-Malaysia Percepat Finalisasi MoU Perlindungan Pekerja Migran
Indonesia dan Malaysia mempercepat finalisasi MoU perlindungan pekerja migran; high level meeting dijadwalka...
MenHAM Dorong K/L Tindaklanjuti Masukan Publik dalam Kebijakan HAM
MenHAM Natalius Pigai dorong K/L tindaklanjuti masukan publik dari Forum Konsultasi HAM agar kebijakan HAM l...