Kementerian PU Rampungkan 222 SPPG di 30 Provinsi
Kementerian Pekerjaan Umum menyelesaikan pembangunan 222 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 30 provinsi pada 5 Juni 2026. Proyek ini mencakup lokasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dan disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selesai 222 SPPG untuk mendukung MBG
Pembangunan 222 SPPG dilakukan oleh Kementerian PU sebagai bagian dari upaya memperluas layanan gizi bagi masyarakat. Lokasi ditetapkan lewat koordinasi lintas kementerian untuk memastikan titik layanan tepat sasaran. Tujuan utamanya adalah mendukung distribusi makanan bergizi secara merata, termasuk di daerah dengan akses terbatas.
Kita sudah kerjakan ada sekitar 222 SPPG. Sebagian ada juga yang di wilayah 3T
Koordinasi lokasi dan proses serah terima
Penentuan titik pembangunan dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Dalam Negeri. Kementerian PU bertugas menyiapkan lahan dan mempercepat proses konstruksi. Tim PU melakukan survei kelayakan lahan untuk memastikan pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
Jadi titiknya itu kita koordinasi langsung dengan BGN dan Kemendagri. Kita hanya survei saja, apakah tanahnya bisa segera kita bangun
Saat ini proses serah terima aset kepada BGN sedang berlangsung. Namun sebelum difungsikan, BGN kemungkinan akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap tiap fasilitas.
Saat ini sedang berproses serah terima dengan BGN. Mungkin BGN akan mengecek satu per satu, tapi secara utuh sudah selesai semua
Fasilitas pendukung layanan gizi
Setiap SPPG dilengkapi fasilitas yang mendukung produksi dan distribusi makanan bergizi. Fasilitas dirancang agar operasional layanan dapat berjalan mandiri dan higienis.
- Dapur utama untuk persiapan makanan bergizi
- Gudang penyimpanan bahan pangan
- Jaringan air bersih untuk sanitasi dan proses masak
- Instalasi pengolahan air limbah untuk menjaga lingkungan
Dampak dan langkah ke depan
Kehadiran SPPG diharapkan memperluas jangkauan Program MBG dan menjangkau keluarga di daerah terpencil. Kementerian PU juga berencana berkoordinasi dengan pimpinan baru BGN agar seluruh fasilitas dapat segera beroperasi secara optimal. Proses monitoring dan verifikasi oleh BGN menjadi langkah penting sebelum layanan rutin dijalankan.
Dengan infrastruktur yang kini tersedia, pemerintah berharap distribusi makanan bergizi menjadi lebih merata. Implementasi operasional akan menentukan sejauh mana fasilitas ini mampu menurunkan risiko gizi buruk dan meningkatkan akses layanan gizi di daerah 3T dan lainnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DJKI Perkuat Merek Kolektif untuk Perluas Akses Pasar Regional
DJKI mendorong pemanfaatan merek kolektif lewat ASEAN-HKC untuk memperluas akses pasar regional; tercatat 87...
KPAI Minta Pengawasan Ketat untuk Program MBG 3B
KPAI mendesak pengawasan ketat pada Program MBG 3B agar makanan untuk bumil, busui, dan balita aman, bermutu...
Pemerintah Targetkan Revisi UU LLAJ Rampung 2026
Pemerintah menyerahkan 1.200 DIM RUU LLAJ ke DPR dan menargetkan revisi diselesaikan pada 2026 agar dapat di...
Kemensos Buka Kanal WhatsApp untuk Pengaduan Sekolah Rakyat
Kemensos membuka kanal WhatsApp 0887-7171-171 pada 29 Sept 2026 untuk pengaduan Sekolah Rakyat, terbuka bagi...
Indonesia Jajaki Pengalaman India untuk Bangun Infrastruktur Publik Digital
Indonesia menjajaki pengalaman India membangun infrastruktur publik digital untuk integrasi layanan, kata Wa...
Kemacetan Pelabuhan Ketapang: ODOL, Demo, dan Solusi Bersama
Kemacetan di akses Pelabuhan Ketapang disebabkan ODOL, antrean Pelindo, dan demonstrasi; solusinya butuh pen...