Pemkab Nias Selatan Gelar Rakor Pemerintahan di Pulau Tello
Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan di Balai Gereja BNKP Jemaat Pulau Tello, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Rabu (4/11). Kegiatan bertujuan menyelaraskan komunikasi antar tingkat pemerintahan, memperkuat tata kelola, dan memastikan pengelolaan keuangan daerah serta desa berjalan sesuai aturan.
Tujuan rakor dan sorotan Bupati
Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menekankan pentingnya keterbukaan komunikasi dan penyusunan solusi bersama antar perangkat daerah di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa. Ia menilai efektivitas kerja pemerintahan bergantung pada koordinasi yang jelas dan pemahaman aturan yang sama.
Dalam arahannya, Bupati menyoroti empat sektor pelayanan publik yang perlu perbaikan berkelanjutan:
- Layanan kesehatan
- Infrastruktur
- Pariwisata
- Tata kelola keuangan daerah
Pengelolaan anggaran dan kepatuhan regulasi
Bupati mengingatkan seluruh aparatur agar memiliki pemahaman yang seragam terhadap ketentuan pengelolaan anggaran. Pengelolaan keuangan daerah dan penyaluran dana seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus mengacu pada peraturan yang berlaku tanpa penyimpangan.
Arahan penggunaan Dana Desa
Secara khusus, Bupati menegaskan bahwa Dana Desa adalah instrumen penting untuk menggerakkan ekonomi lokal dan mempercepat pembangunan pedesaan. Pengelolaan dana ini wajib menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Ia meminta agar alokasi Dana Desa diprioritaskan untuk program dengan dampak langsung terhadap kebutuhan dasar warga, antara lain:
- Penanganan stunting
- Penguatan ketahanan pangan
- Pemenuhan infrastruktur dasar desa
"Hindari segala bentuk penyimpangan. Pastikan setiap rupiah yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tegas Bupati Sokhiatulo Laia.
Peserta rakor dan tindak lanjut
Rakor dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Nias Selatan, anggota DPRD Dapil VI, pejabat eselon pemerintahan, serta para camat, lurah, kepala desa, kepala puskesmas, dan kepala sekolah SD dan SMP se-Kepulauan Batu. Kehadiran ini dimaksudkan untuk menjamin sinkronisasi kebijakan hingga tingkat pelaksana di lapangan.
Pemerintah daerah berencana meningkatkan pengawasan dan pembinaan teknis untuk memastikan arahan tersebut diimplementasikan. Langkah ini juga meliputi peningkatan kapasitas pengelola keuangan desa agar penggunaan anggaran lebih transparan dan berdampak nyata bagi warga.
Dengan koordinasi yang lebih kuat, Pemkab menargetkan perbaikan layanan publik dan percepatan pembangunan pedesaan yang lebih merata di wilayah Kepulauan Batu.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...