Medan Tunjukkan QRESTO untuk Cegah Kebocoran Pajak
Pemerintah Kota Medan menerima kunjungan kerja Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, di Balai Kota pada Kamis (11/6). Tujuannya studi tiru dan sinkronisasi implementasi inovasi teknologi keuangan QRESTO untuk menutup kebocoran pajak dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Inovasi QRESTO dan cara kerjanya
Pemko Medan, menurut Wali Kota Rico Waas, mengembangkan sistem bernama Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (QRESTO) bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara dan Bank Sumut. QRESTO resmi diluncurkan pada 27 April lalu.
Sistem ini memanfaatkan teknologi split payment otomatis berbasis kode QRIS. Saat konsumen membayar, sistem otomatis memisah nominal transaksi: pajak restoran sebesar 10% langsung masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), dan sisa pembayaran masuk ke rekening usaha pemilik restoran.
"Artinya begitu konsumen membayar, sistem langsung memecah (splitting) dana seketika. 10% pajak langsung masuk ke RKUD Pemko Medan, sementara hak pemilik restoran langsung masuk ke rekening usaha mereka," kata Rico Waas.
Alasan dan target peningkatan PAD
Rico menjelaskan kebutuhan inovasi muncul karena metode lama rawan dimanipulasi. Selama ini pungutan pajak restoran memakai self-assessment dan alat tapping box yang bisa dimatikan atau dilaporkan ganda.
"Datanya jadi tidak valid. Jadi kita tidak hanya bicara mencari pendapatan baru, tapi bagaimana agar PAD yang harusnya masuk ke kas daerah tidak bocor ke mana-mana," ujar Rico.
Pemko Medan mengelola APBD sekitar Rp7 triliun. Dengan QRESTO, pemerintah kota berharap persentase PAD dari sektor pajak naik signifikan dan celah manipulasi tertutup.
Rencana adopsi oleh Tanjungpinang
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyatakan ketertarikan untuk mempelajari dan menerapkan inovasi tersebut di kotanya. Kunjungan ini fokus pada pemahaman teknis dan tata kelola agar bisa diadaptasi sesuai kondisi daerah.
"Kami melihat Kota Medan adalah salah satu daerah yang paling berhasil dalam meningkatkan PAD-nya. Kehadiran kami di sini adalah dalam rangka mempelajari beberapa inovasi pungutan pajak yang akan kami coba untuk diterapkan," kata Lis Darmansyah.
Langkah teknis dan kolaborasi
Pertemuan dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh pihak Bank Indonesia mengenai cara mengoneksikan QRESTO dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) setempat. Tujuan teknis ini untuk mempercepat implementasi di Tanjungpinang dan daerah lain.
Turut hadir dalam pertemuan pejabat dari kedua pemerintah kota, termasuk Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni, dan Sekda Kota Tanjungpinang Zulhidayat.
Dengan langkah ini, Pemko Medan menawarkan model penerapan teknologi keuangan yang dapat direplikasi. Bila diadopsi luas, sistem otomatis berbasis QRIS berpotensi menutup kebocoran pajak dan meningkatkan penerimaan daerah secara signifikan.
Berita Terkait
Batubara Desak Penundaan Perpanjangan HGU Socfindo atas Lahan 660,59 Ha
Pansus PAD Batubara mendesak penundaan perpanjangan HGU PT Socfindo atas lahan 660,59 Ha yang kedaluwarsa 31...
Polres Langkat Selidiki Dugaan Penggelapan Sawit di Besitang
Polres Langkat menyelidiki dugaan penggelapan hasil penjualan sawit di Besitang; belum ada laporan resmi nam...
Langkat Resmikan Sensus Ekonomi 2026, 948 Petugas Diterjunkan
Wakil Bupati Langkat mencanangkan Sensus Ekonomi 2026; 948 petugas akan mendata ekonomi warga dan pelaku usa...
Seminar 'Muslimpreneur Tangguh dan Berdaya' di IAIN Langsa
Mahasiswa FEBI IAIN Langsa bersama IMMI Pusat gelar seminar 'Muslimpreneur Tangguh dan Berdaya' untuk menumb...
Mardi Sijabat Minta Pengawasan Anggaran HUT ke-26 APKASI
Mardi Sijabat minta Jampidsus Kejagung awasi anggaran HUT ke-26 APKASI di Deliserdang karena potensi tumpang...
Langsa Pertahankan Predikat 'Informatif' di 2025
Pemko Langsa kembali meraih predikat Informatif pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025; penghargaan...