DPRD Pematangsiantar Gelar RDP soal Keluhan Polusi dari PT SSU
Pematangsiantar — Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis (3/9) di Ruang Rapat Gabungan DPRD. RDP itu membahas pengaduan warga terkait dugaan pencemaran udara oleh perusahaan korek api PT Sintong Sari Union (PT SSU).
Hasil pengawasan dan uji emisi
Rapat dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, perwakilan Kecamatan Siantar Timur, serta Puskesmas Tomuan. DLH melaporkan bahwa PT SSU telah menyerahkan hasil uji emisi pada 29 Juli 2026.
"Kami sudah melakukan pengawasan dan sejauh kami awasi bahwa PT SSU sudah melakukan usaha untuk pengelolaan lingkungan hidup dengan berbagai pengujian seperti limbah industri, limbah domestik, emisi, kebisingan dan lainnya dan semua sudah dilengkapi oleh SSU," kata Kadis LH Arri S. Sembiring SSTP.
Arri menyatakan hasil laboratorium berasal dari Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri di bawah Kementerian Perindustrian. Menurut DLH, pengujian dilakukan berdasarkan metode standar SNI dan mengacu pada Permen LH No.7 tahun 2007.
DLH menyebut ada 16 parameter yang diuji, di antaranya:
- Partikulat
- Sulfur dioksida (SO2)
- Nitrogen dioksida (NO2)
- Opasitas
- Oksigen, amoniak, nitrogen klorida, klorin, dan lainnya
Menurut Arri, semua nilai parameter yang diuji berada di bawah ambang batas baku mutu yang dilarang.
Dampak kesehatan dan data ISPA
Dinas Kesehatan dan Puskesmas Tomuan menyampaikan data kesehatan wilayah. Secara umum, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masuk dalam 10 besar penyakit masyarakat.
"Kemudian dari data-data di wilayah Puskesmas Tomuan pada tahun 2025 itu, ada 260 masyarakat yang alami ISPA. Tetapi ISPA itu ada beberapa faktor penyebab seperti polusi udara, virus, bakteri, dan faktor kesehatan lainnya. Untuk kajian lebih lanjutnya (disebabkan pabrik korek api) kami belum melakukan penelitiannya," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Anna R. Saragih SKM MKM.
Kepala Puskesmas Tomuan, dr. Eva M. Tampubolon, menegaskan fasilitas kesehatan siap melayani warga yang berkonsultasi terkait keluhan pernapasan. Namun pihaknya juga menyatakan data ISPA yang ada belum dianalisis rinci untuk menunjuk sumber penyebab tunggal.
Reaksi kecamatan dan langkah ke depan
Sekretaris Kecamatan Siantar Timur, Fernando H. Purba SSTP, mengaku heran karena keluhan muncul pada 2026, padahal pabrik sudah berdiri puluhan tahun. Fernando menyatakan kecamatan terbuka menerima masukan dan telah berkoordinasi dengan OPD terkait.
"Kami sudah berkoordinasi dengan puskesmas dan mungkin yang ada di kami, betul kami dekat dengan pabrik PT SSU. Tetapi, sepengetahuan kami, baru ini ada keluhan warga," ujar Fernando.
Rapat menutup dengan rekomendasi melakukan pemantauan lanjutan, pengkajian kesehatan yang lebih mendalam, dan sinergi antardinas untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
SMKN 1 Barumun Ikuti Sumut Science Olympiad 2026 Secara Daring
10 siswa dan 18 guru SMKN 1 Barumun mengikuti Sumut Science Olympiad 2026 tingkat provinsi secara daring, Sa...
Sergai FC Menang 4-3 dan 3-1 atas Bintang Bayu dalam Laga Persahabatan
Sergai FC A dan B menang atas Bintang Bayu pada laga persahabatan 4 September di Silau Dunia untuk memperera...
Asahan Lepas Kontingen Piala Soeratin U-13 dan U-15 2026
Bupati Asahan melepas kontingen Piala Soeratin U-13 dan U-15 yang akan bertanding 6—11 September 2026 deng...
Proyek RKB dan Fasilitas Dayah di Aceh Tenggara Disorot, Rp30 Miliar Digelontor
Proyek RKB, asrama, pagar, dan mushalla untuk 45 Dayah di Aceh Tenggara memakai skema swakelola dan dibiayai...
Protes Hasil Pilkampong Lae Ikan: 5 Anggota P2K Dilaporkan ke Polisi
Hasil Pilkampong Lae Ikan memicu sengketa: lima anggota P2K dilaporkan ke polisi dan calon mengajukan kebera...
Ketua MUI Palas Tekankan Akhlak Nabi Harus Hidup di Kalangan Siswa
Ketua MUI Palas, Ismail Nasution, meminta akhlak Nabi benar-benar diwujudkan siswa MAN 1 Padanglawas dalam p...