Jatim Dukung Program 3+1, Ribuan Lulusan SMK Siap Dikirim ke Luar Negeri
Surabaya, 21 Mei 2026 — Komisi E DPRD Jawa Timur mendukung penuh Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK yang diluncurkan pada Kamis (21/5/2026) di Gedung Islamic Center Surabaya. Peluncuran dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, sekaligus menandai pelepasan ribuan lulusan SMK dan LKP untuk bekerja di luar negeri.
Peluncuran dan jumlah peserta
Kegiatan pelepasan mencakup 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan LKP yang akan mulai bekerja di berbagai negara. Menurut Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat membuka peluang internasional bagi generasi muda.
Alasan dukungan dan hasil penggunaan APBD
Komisi E menilai alokasi APBD Jawa Timur di sektor pendidikan mulai memperlihatkan hasil nyata, khususnya dalam menurunkan risiko pengangguran bagi lulusan vokasi. Untari menyebut program itu menghasilkan cakupan penempatan yang signifikan bagi lulusan Jawa Timur.
"APBD Jawa Timur itu mampu memberikan sebuah outcome, hasil yang maksimal untuk lulusan SMK yang selama ini kita selalu mengatakan pengangguran itu selalu terbuka dari SMK,"
"Ternyata hari ini kita melihat kolaborasi Pemprov Jatim dan pusat menghasilkan 4.960 anak-anak SMK dari Jawa Timur yang bisa dikirim ke berbagai negara,"
Skema pembiayaan: dorongan untuk Bank Jatim
Komisi E juga mendorong keterlibatan Bank Jatim dalam menyiapkan pembiayaan bagi peserta. Menurut Untari, kemitraan dengan bank daerah bisa membantu peserta menyiapkan kebutuhan finansial sebelum diberangkatkan dan memberikan manfaat bagi kedua pihak.
"Nanti saya sarankan di program 3+1 itu bisa kerja sama dengan Bank Jatim... Supaya anak-anak nanti kalau pergi ke sana ada pegang uang saku. Bank Jatim dapat manfaat, anak-anak juga dapat manfaat, jadi berangkat tidak kosong,"
Pengawasan dan tindak lanjut
Komisi E memastikan akan mengawal pelaksanaan program melalui rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Jawa Timur. Mereka menjadwalkan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan, Aris Agung Paewai, untuk membahas rincian teknis penempatan dan proses pelaksanaan.
Untari menekankan bahwa program ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kompetensi dan penghasilan lulusan SMK. Ia berharap skema penempatan kerja luar negeri terus diperluas agar semakin banyak anak muda memperoleh pengalaman internasional dan menjadi duta daerah dan bangsa.
Informasi terkait publikasi program ini dapat dilihat melalui Google News.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Festival Nyusu Bareng Batu Hadiahkan Anakan Sapi untuk Peternak
Festival Nyusu Bareng di Dusun Brau, Kota Batu bagikan 1.500 cup susu dan hadiah anakan sapi untuk dorong ke...
Haornas ke-43 Trenggalek: Ribuan Jalan Sehat Sambil Bersih-bersih
Haornas ke-43 di Trenggalek menggabungkan jalan sehat dengan aksi memungut sampah sepanjang rute untuk memba...
Deni Wicaksono: Pemprov Jatim Diminta Susun Data Pasar Tradisional
Deni Wicaksono mendesak Pemprov Jatim menyusun basis data pasar tradisional di 38 kabupaten/kota agar interv...
Wali Kota Surabaya Ingatkan: Jangan Pinjamkan KTP untuk Beli Kendaraan
Wali Kota Surabaya peringatkan warga agar tidak meminjamkan KTP untuk pembelian kendaraan karena dapat mengg...
DPRD Batu Panggil Pengembang Proyek Wisata di Sumberbrantas
Komisi B DPRD Kota Batu panggil pihak proyek wisata Sumberbrantas untuk klarifikasi izin, AMDAL, dan dampak...
Ketua DPRD Surabaya: RT/RW Harus Lebih Peduli Kasus Keluarga Ibu Tomo
Ketua DPRD Surabaya minta RT/RW peka setelah temukan keluarga Ibu Tomo; rumah dibedah dan Dinsos tangani unt...