Nasional

Menperin: Produksi BYD di Subang Perkuat Industri Kendaraan Listrik

Bagikan:
Fasilitas produksi BYD di Subang yang diresmikan, memperkuat industri kendaraan listrik

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai pengoperasian fasilitas produksi PT BYD Motor Indonesia di Subang, Jawa Barat, pada 3 September 2026, menjadi momentum penting untuk memperkuat basis manufaktur kendaraan listrik nasional. Kehadiran pabrik ini dinilai mendorong pendalaman struktur industri dan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.

Peresmian dan respons pemerintah

Agus menyampaikan apresiasi pemerintah atas masuknya investasi BYD. Ia menyebut investasi itu sebagai hasil diplomasi panjang dan pengawalan strategis oleh pemerintah.

Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BYD atas kepercayaan dan komitmennya untuk berinvestasi di Indonesia. Kami sangat yakin BYD akan terus berkembang dan sukses di Indonesia.

Saya menyaksikan langsung proses tersebut dan bagaimana Pak Luhut begitu gigih memperjuangkan agar investasi masuk ke Indonesia, termasuk investasi BYD.

Dorongan untuk industri manufaktur

Agus menilai fasilitas BYD selaras dengan agenda transformasi menuju ekonomi rendah karbon dan program pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Kebijakan pendukung mencakup Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 serta insentif di bidang investasi, fiskal, dan pengembangan pasar.

Pengoperasian fasilitas tersebut juga bertepatan dengan tren positif kinerja industri manufaktur nasional. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor pengolahan nonmigas tumbuh.

Pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,32 persen sudah berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Data ekonomi dan pasar kendaraan listrik

Bank Dunia mencatat nilai tambah sektor manufaktur (Manufacturing Value Added/MVA) Indonesia meningkat menjadi USD 275,61 miliar pada 2025, dari USD 265,07 miliar pada 2024. Peringkat global Indonesia naik dari posisi ke-13 menjadi ke-12.

Indikator 2024 2025 Keterangan
MVA (USD) 265,07 miliar 275,61 miliar Peningkatan nilai tambah manufaktur
Peringkat global MVA 13 12 Naik satu posisi

Agus menegaskan angka Bank Dunia menggambarkan kemampuan industri nasional menciptakan nilai tambah.

Perkembangan pasar kendaraan listrik

Perkembangan pasar kendaraan listrik menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem dan menarik investasi lokal. Hingga April 2026, populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai sekitar 486 ribu unit.

Indikator Angka Porsi/Penjelasan
Populasi EV (April 2026) ~486.000 unit Akumulasi kendaraan listrik
Penjualan BEV (Semester I 2026) ~70.000 unit Pangsa pasar ~16%
Penjualan HEV (Semester I 2026) ~40.400 unit Pangsa pasar mendekati 10%

Implikasi dan prospek

Agus optimistis capaian MVA dan perkembangan pasar EV akan terus meningkat melalui kebijakan industrialisasi dan insentif investasi. Kehadiran fasilitas produksi BYD dipandang mampu mempercepat pendalaman rantai nilai, menyerap tenaga kerja, dan memperkuat kapasitas ekspor.

Dengan dukungan kebijakan dan pertumbuhan pasar, pemerintah berharap industri kendaraan listrik nasional dapat mendekati capaian negara-negara industri utama di Asia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait