Empat Miliar Produk Lokal Terjual Lewat Shopee Pilih Lokal
Shopee Pilih Lokal mencatat penjualan empat miliar produk lokal sejak 2022. Data itu disampaikan saat peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesia Indah, Kamis, 13 Agustus 2026. Program bertujuan memperluas pasar usaha mikro dan menarik minat pembeli lewat peningkatan insentif.
Angka penjualan dan insentif
Platform mengonfirmasi jumlah produk terjual sejak 2022 mencapai angka besar tersebut. Dalam acara peluncuran, pihak platform juga menyebut telah menyalurkan insentif belanja puluhan miliar rupiah dalam beberapa bulan terakhir untuk mendorong transaksi.
"Ini top produk lokal kita, gitu ya. Sudah hadir dari 2022, Pak. Dan alhamdulillah sejak tahun 2022 sudah ada 4 miliar produk yang berhasil terjual melalui kanal Shopee Pilih Lokal ini,"
Pihak platform menambahkan bahwa dalam periode Mei hingga Agustus nilai insentif sudah hampir mencapai Rp100 miliar. Mereka berjanji akan menambah alokasi bila program menunjukkan hasil positif.
"Jadi Mei, Juni, Juli, Agustus, mungkin hanya sekitar hampir 4 bulan saja sudah Rp100 milar (nilai insentifnya-red). Nah kalau kita lebih semangat lagi nanti Shopee mau ngasih lebih lagi Pak, insaallah gitu,"
Dukungan pemerintah dan transaksi hybrid
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyambut langkah penggabungan transaksi online dan offline. Menurutnya, model hybrid penting untuk memperkuat perlindungan konsumen dan memberi pengalaman berbelanja yang utuh.
"Karena sekarang kan mereka menggunakan sistem hybrid. Ya, dia punya offline, tetapi dia juga... online, ya,"
"Karena, karena apa ya? Orang itu butuh experience gitu kan ya. Jadi pergi ke mall itu jalan-jalan sambil lihat produk, itu juga perlu,"
Dengan kombinasi ini, Mendag berharap pelaku usaha kecil dapat menampilkan produk secara langsung sekaligus memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau konsumen lebih luas.
Kisah pelaku usaha dan penetrasi ekspor
Salah satu pelaku, pemilik Madu Azzura, Zenita Fikri, berbagi pengalaman menembus pasar luar negeri. Dia menyebut pengiriman produk ke negara tetangga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan usaha.
"Baju saya udah kirim ratusan lah, hampir ribuan deh. Pengiriman ke Malaysia, Singapura banyaknya. Nomor satu Malaysia, nomor dua Singapura,"
Contoh ini dipandang sebagai bukti bahwa dukungan platform dan insentif dapat mendorong ekspor kecil-kecilan dan memberi inspirasi bagi pelaku usaha lain.
Implikasi dan langkah ke depan
Peluncuran program ini menandai upaya terkoordinasi antara platform e-commerce dan pemerintah untuk memperkuat daya saing produk lokal. Jika alokasi insentif meningkat dan model hybrid dikembangkan, peluang akses pasar bagi UMKM diperkirakan akan semakin besar.
Penguatan kapasitas produksi, logistik, dan pemasaran menjadi kunci agar lebih banyak pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum ini.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
MoLiNas: Momentum Perkuat Kemandirian Industri Nasional
MoLiNas diluncurkan 13 Agustus 2026 di ALVA Cikarang, jadi momentum memperkuat kemandirian industri melalui...
11 IKM Binaan Kemenperin Raup Rp100 Juta di BTN IFW 2026
Sebelas IKM binaan Kemenperin raih transaksi lebih dari Rp100 juta di BTN IFW 2026, serta membuka peluang di...
Kemendag Perkuat Produk Lokal Lewat Akselerasi Usaha Lokal
Kemendag dan Shopee luncurkan Program Akselerasi Usaha Lokal (13 Aug 2026) di TMII untuk tingkatkan daya sai...
Shopee dan Kemendag Salurkan Rp100 Miliar untuk Akselerasi Usaha Lokal
Shopee dan Kemendag luncurkan Program Akselerasi Usaha Lokal dengan dukungan dana lebih dari Rp100 miliar un...
Edukasi Digital Dorong Dominasi Produk Lokal di Pasar Elektronik
Pemerintah dan platform belanja online meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal di Jakarta untuk dorong k...
Luna Guitarworks dan Tony Wenas Dorong Produk Lokal ke Pasar Global
Tatag Bintara Yudha dan Tony Wenas bertemu 12 Agustus 2026 untuk membahas kualitas, nilai, dan narasi agar p...