Prancis Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Transportasi di Sumatra Utara
MEDAN — Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, memaparkan prioritas kerja sama antara Prancis dan Indonesia, khususnya di Sumatra Utara, saat resepsi Hari Nasional Prancis (Bastille Day) di Medan, Selasa (14/7). Penone menekankan fokus pada pendidikan, budaya, pertahanan, serta dukungan untuk transportasi berkelanjutan di wilayah tersebut.
Prioritas kerja sama bilateral
Penone menyatakan hubungan kedua negara berada dalam kondisi kuat dan terus berkembang. Ia menyebut dua deklarasi penting yang menjadi landasan, yaitu Deklarasi Borobudur terkait budaya, warisan, dan ekonomi kreatif, serta deklarasi di Paris tentang pendidikan, penelitian, dan mobilitas.
"Kami memiliki kemitraan yang kuat. Hal ini mencakup pengembangan kerja sama pertahanan dan keamanan, serta kerja sama di bidang budaya dan pendidikan,"
Menurut Penone, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada Jawa, tetapi juga diperluas ke provinsi lain termasuk Sumatra dan khususnya Medan.
Kerja sama pendidikan dan budaya di Medan
Penone menyinggung keberadaan kemitraan antara Prancis dan beberapa perguruan tinggi di Medan. Tujuannya adalah meningkatkan mobilitas mahasiswa dan kolaborasi ilmiah, didukung oleh peran Alliance Française sebagai pusat kebudayaan Prancis di kota ini.
- Universitas Negeri Medan (Unimed)
- Universitas Sumatera Utara (USU)
- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)
"Anda tahu, salah satu sutradara terpenting Anda, Joe Taslim, berasal dari Indonesia. Kami mengetahui kreativitas masyarakat Medan. Jadi, kami sangat senang untuk melakukan lebih banyak hal bersama Medan,"
Penone juga menjelaskan bahwa Alliance Française berperan sebagai wadah interaksi generasi muda dengan budaya Prancis. Di sana, anak muda dapat menonton film, mengeksplorasi video gim dan musik, serta memperoleh informasi tentang studi ke Prancis.
Program Campus France menjadi kanal utama untuk mobilitas mahasiswa. Penone menyatakan biaya program tersebut ditanggung bersama oleh Pemerintah Prancis dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Dukungan untuk transportasi berkelanjutan
Selain pendidikan, Penone menyebut satu prioritas lain yang akan didorong Prancis di Sumatra Utara, yaitu dukungan terhadap skema transportasi berkelanjutan. Ia menegaskan penguatan kerja sama universitas-ilmiah dan inisiatif transportasi hijau menjadi fokus utama ke depan.
Prospek dan langkah berikutnya
Pemerintah Prancis akan melanjutkan kolaborasi dengan otoritas daerah dan institusi pendidikan di Medan. Pelaksanaan program mobilitas mahasiswa dan proyek transportasi berkelanjutan menjadi tolok ukur nyata kerja sama kedua negara di wilayah ini.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kecelakaan Beruntun di Jamin Ginting: 3 Tewas, 6 Kendaraan Terlibat
Kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting, Sibolangit pada 17 Juli menewaskan tiga orang dan melibatkan ena...
4 Pengurus IKAL SMANSA Medan Jadi Pemateri MPLS 2026, Tekankan Disiplin dan Jejaring
Empat pengurus pusat IKAL SMANSA Medan jadi pemateri MPLS SMA Negeri 1 Medan (16/7/2026), menekankan disipli...
Rem Blong Diduga Picu Tabrakan Maut di Sibolangit, 4 Tewas
Truk fuso diduga rem blong di Jalan Medan-Berastagi, Sibolangit, menghantam delapan kendaraan; 4 orang tewas...
Masyarakat Ulayat Tapanuli Selatan Tinjau Palang Mosa
Pemilik Tanah Ulayat dan DPD Rampas Setia 08 meninjau Palang Mosa, pasca-pencabutan izin PT Panai Lika Sejah...
SDN 50 & SMPN 10 Raih Juara Umum FSBN 2026 di Banda Aceh
SDN 50 dan SMPN 10 Banda Aceh meraih Juara Umum FSBN 2026; Wali Kota Illiza apresiasi upaya sekolah, guru, d...
Banda Aceh Serahkan 3 Rumah Layak Huni, Target 71 Unit di 2026
Banda Aceh menyerahkan tiga rumah layak huni sebagai bagian Program Rumah Layak Huni 2026; target 71 unit te...