Muhibuddin Masuk Tim Khusus Tangani Kasus Korupsi Febrie
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Muhibuddin, ditunjuk sebagai salah satu anggota tim khusus yang menangani perkara dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah. Penunjukan ini diumumkan setelah Kejaksaan Agung membentuk tim sembilan jaksa untuk membantu pengusutan kasus yang turut ditangani aparat kepolisian.
Respons Kejati Sumut dan harapan profesionalisme
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Rizaldi, menyatakan keyakinan bahwa Muhibuddin akan bekerja sesuai aturan. Pernyataan itu disampaikan saat konfirmasi pada Jumat (17/7).
"Terkait profesionalisme, kita tentu harus yakin bahwa beliau pasti profesional,"
Rizaldi menegaskan bahwa setiap aparat Kejaksaan yang menerima mandat diharapkan menjalankan tugas dengan baik dan berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku. Prinsip akuntabilitas dan kepatuhan pada prosedur menjadi penekanan utama Kejati Sumut.
Proses penyidikan yang sedang berjalan
Penyidikan kasus ini melibatkan Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya. Kepolisian menetapkan dua tersangka terkait tiga perkara dugaan korupsi yang saling berkaitan: kasus batu bara, PT ASABRI, dan Krakatau Steel.
Salah satu tersangka adalah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, bersama seorang tersangka berinisial DR. Keduanya diduga terkait tindak pidana pencucian uang yang berasal dari tindak pidana korupsi.
Pada Rabu, 8 Juli 2026, penyidik melakukan penggeledahan di 12 lokasi di Jakarta dan Jawa Barat. Dari kegiatan itu, penyidik menyita sejumlah barang bukti penting:
- Uang tunai senilai ratusan miliar rupiah
- Emas seberat 74 kilogram
Susunan tim khusus Kejaksaan Agung
Kejaksaan Agung membentuk tim khusus beranggotakan sembilan jaksa untuk menangani perkara ini. Nama-nama anggota tim adalah sebagai berikut:
- Muhibuddin
- Agus Salim
- Chatarina Girsang
- Riyono
- Agus Sahat
- Irene Putrie
- Renaldi
- Zet Tadung Allo
- Hari Wibowo
Implikasi dan langkah ke depan
Penunjukan Muhibuddin dan pembentukan tim khusus menunjukkan upaya koordinasi antara Kejaksaan dan Kepolisian dalam menangani perkara berprofil tinggi. Ke depan, proses peradilan dan pemeriksaan lebih lanjut akan menentukan arah tindak lanjut, termasuk potensi pengembangan perkara dan penanganan aset yang disita.
Publik dan pihak terkait akan terus memantau jalannya penyidikan untuk memastikan proses berjalan transparan dan berpegang pada hukum.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Maulid Akbar Kuta Malaka: Santuni 70 Yatim, 2.000 Jamaah
Maulid Akbar di Masjid Samahani, Kuta Malaka, 8 November, memberi santunan kepada 70 anak yatim dan diperkir...
Wakil Ketua DPRD Kritik Camat-Lurah Absen di Sosper Medan
Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen kecewa Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel absen saat Sosper (...
Polres Sibolga Catat 502 Pelanggaran dalam Operasi Patuh Toba 2026
Polres Sibolga menertibkan 502 pelanggar dalam Operasi Patuh Toba 2026, dengan 500 teguran dan dua tilang ma...
Warga Tolak Penggabungan SD Negeri 101832 di Pancurbatu
Komite dan orang tua SDN 101832 Pancurbatu menolak penggabungan ke SDN 106820; minta keputusan Dinas Pendidi...
Rico Waas Tampung Aspirasi Warga Tegal Sari III: Drainase & Keamanan
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin gotong royong dan Sapa Warga di Tegal Sari III untuk menindaklanjuti kelu...
RSUP H. Adam Malik Rayakan HKN ke-62: Indonesia Bergerak
RSUP H. Adam Malik menggelar rangkaian HKN ke-62 sepanjang November 2026, termasuk program Indonesia Bergera...