Masyarakat Ulayat Tapanuli Selatan Tinjau Palang Mosa
Angkola Selatan — Pemilik Tanah Ulayat Haruaya Mardomu Bulung bersama DPD Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tapanuli Selatan melakukan peninjauan lapangan ke kawasan Palang Mosa, Desa Gunung Baringin, Kamis (16/7). Rombongan memasang spanduk sebagai simbol penegasan klaim atas tanah ulayat yang menurut mereka telah dikuasai PT Panai Lika Sejahtera lebih dari dua dekade. Aksi ini bertujuan menegaskan hak adat, mendukung pencabutan izin perusahaan, dan mengawal pemulihan lahan bagi warga.
Peninjauan lapangan dan simbol penegasan
Tim melakukan peninjauan lokasi untuk melihat kondisi aktual kawasan. Di titik yang diklaim sebagai tanah ulayat, mereka memasang spanduk sebagai tanda kepemilikan adat dan peringatan terhadap penguasaan pihak lain. Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan dipimpin tokoh adat setempat.
Tuntutan tokoh adat
Ketua Tanah Ulayat Haruaya Mardomu Bulung, Kaslan Dalimunte (gelar Mangaraja Siombaon Parlindungan), menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur. Ia meminta agar tanah ulayat tidak dialihkan ke pihak mana pun dan mendapat perlindungan hukum.
"Tanah ini adalah sejarah, kehormatan, dan warisan leluhur kami. Tidak ada satu jengkal pun yang boleh hilang dari hak masyarakat adat,"
"Pencabutan izin hanyalah langkah awal. Seluruh aktivitas perusahaan selama ini perlu diaudit secara terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian hukum dan keadilan,"
Dukungan organisasi dan rencana pemanfaatan lahan
Ketua DPD Rampas Setia 08 Berdaulat Tapanuli Selatan, Erijon Damanik, menyatakan organisasi akan mengawal penyelesaian sampai tuntas. Rampas mendukung kebijakan penertiban kawasan hutan dari pemerintah pusat dan menegaskan posisi bersama rakyat.
"Kami mendukung kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam penertiban kawasan hutan. Rampas Setia 08 Tapsel akan berdiri bersama rakyat mengawal hak-hak masyarakat adat agar benar-benar terlindungi,"
Organisasi itu juga mengusulkan mekanisme pemanfaatan lahan bagi masyarakat adat, termasuk usulan pembagian lahan seluas dua hektare per kepala keluarga bagi yang berhak, sesuai ketentuan hukum.
Desakan audit dan pencabutan izin perusahaan
Lembaga Adat Tapanuli Selatan meminta pemerintah tidak berhenti pada pencabutan izin PT Panai Lika Sejahtera. Mereka mendesak audit menyeluruh atas aktivitas perusahaan terkait dugaan kerusakan lingkungan, perambahan hutan, dan dampak banjir.
Pencabutan izin PT Panai Lika Sejahtera termasuk dalam kebijakan pusat yang mencabut izin 28 perusahaan bermasalah setelah evaluasi oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan dan pengumuman di Kompleks Istana Kepresidenan.
Peserta dan kondisi kantor perusahaan
Rombongan yang hadir antara lain:
- Kaslan Dalimunte (Mangaraja Siombaon Parlindungan) — Ketua Tanah Ulayat Haruaya Mardomu Bulung
- Erijon Damanik — Ketua DPD Rampas Setia 08 Tapanuli Selatan
- Purba Ritonga SH — Sekretaris DPD Rampas Setia 08 Tapanuli Selatan
- Fadly Harris — Bendahara DPD Rampas Setia 08 Tapanuli Selatan
- Martua Silaban — Tokoh Masyarakat Palang Mosa dan Kepala Kamtibmas DPD Rampas Setia 08 Tapanuli Selatan
Hingga peninjauan, kantor PT Panai Lika Sejahtera di Palang Mosa tampak tertutup dan area sekitarnya mulai ditumbuhi semak, sehingga pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi langsung di lokasi.
Ke depan, warga adat dan organisasi pendamping menegaskan akan terus menempuh jalur hukum, pendekatan adat, dan koordinasi dengan pemerintah untuk memastikan hak atas tanah ulayat dipulihkan dan tindakan perbaikan lingkungan dilaksanakan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pendaftaran FASI Aceh Timur Diperpanjang sampai 15 November 2026
Pendaftaran FASI VI Kabupaten Aceh Timur diperpanjang sampai 15 November 2026 untuk memberi waktu kecamatan...
Husni: Pemahaman Konstitusi Kunci Jaga Persatuan
H.M. Husni menilai pemahaman konstitusi kunci menjaga persatuan dan memperkuat demokrasi, disampaikan pada S...
IPHI Aceh Peringati Maulid dan Santuni 54 Anak Yatim
IPHI Aceh menggelar Maulid Nabi dan santuni 54 anak yatim di Banda Aceh, sekaligus tausiyah tentang akhlak R...
DPRK Banda Aceh Ajak Pelajar Ikut Pelatihan Konten Kreator
Ketua DPRK Banda Aceh dorong pelajar SMA/SMK ikuti pelatihan konten kreator untuk promosi UMKM, pariwisata,...
Sabam Minta HKTI Perjuangkan Aspirasi Petani di Humbahas
Sabam Rajagukguk minta HKTI aktif menjembatani kebutuhan petani saat Rakercab HKTI Humbahas di Lintongnihuta...
Polres Aceh Timur Gelar "Minggu Kasih" di Vihara Murni Sakti
Polres Aceh Timur menggelar Minggu Kasih di Vihara Murni Sakti, Idi, untuk memperkuat komunikasi dan kerukun...