Lokal

ICoPoF 2026: USU dan Kemendukbangga Perkuat Kebijakan Kependudukan

Bagikan:
Peserta konferensi ICoPoF 2026 di Ruang DLCB Kampus USU

Medan — Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) menyelenggarakan The 1st International Conference on Population and Family Development (ICoPoF) 2026 pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan digelar di Ruang DLCB Lantai 8, Kampus USU.

Konferensi bertujuan menghubungkan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi internasional untuk mencari solusi terhadap tantangan pembangunan kependudukan dan keluarga di Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Tujuan dan tema konferensi

ICoPoF 2026 mengusung tema "Strengthening Population and Family Development to Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs)". Acara ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara temuan riset akademik dan kebutuhan kebijakan publik.

Tujuan utama adalah menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang relevan dengan dinamika demografi dan target pembangunan berkelanjutan.

Pembukaan dan narasumber

Kegiatan dibuka oleh Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., bersama Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Eng. Bonivasius Prasetya Ichtiarto. Hadir pula sebagai keynote speaker Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, Ph.D.

Konferensi menghadirkan narasumber dari India, Malaysia, dan United Nations Population Fund (UNFPA). Mereka berbagi hasil riset dan praktik kebijakan yang dapat diaplikasikan di tingkat nasional.

Peserta dan format

ICoPoF 2026 merupakan konferensi internasional perdana yang diikuti 86 peserta. Rinciannya sebagai berikut:

  • 34 peserta luring di lokasi acara
  • 52 peserta daring dari berbagai institusi
  • Perwakilan 16 perguruan tinggi dan enam institusi/organisasi pemerintah

Format acara meliputi presentasi penelitian, diskusi panel, dan sesi tanya jawab untuk mendorong kolaborasi lintas disiplin.

Harapan pembuat kebijakan dan akademisi

Rektor USU menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga dan lintas negara untuk menangani isu demografi yang kompleks.

"ICoPoF 2026 menjadi ruang penting untuk mempertemukan para peneliti, pembuat kebijakan, praktisi, dan mitra internasional dalam bertukar gagasan serta memperkuat kolaborasi guna menghasilkan kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga yang berbasis bukti," ujar Prof. Muryanto Amin.

Sementara itu, Prof. Budi Setiyono menjelaskan bahwa forum ini relevan dengan penyusunan Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Ia berharap hasil penelitian dari perguruan tinggi dapat menjadi masukan penting bagi kebijakan nasional.

"Melalui konferensi ini, kami berharap berbagai hasil penelitian dari perguruan tinggi dapat menjadi masukan yang berharga dalam penyusunan kebijakan pembangunan kependudukan nasional," kata Prof. Budi Setiyono.

Penutup

ICoPoF 2026 diharapkan memperkuat konsorsium perguruan tinggi dan meningkatkan kontribusi akademik untuk kebijakan kependudukan. Dengan basis bukti yang lebih kuat, pemerintah dan mitra internasional diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang inovatif, adaptif, dan mendukung pencapaian SDGs.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait