Menko Polkam: Praja IPDN Harus Berani Perjuangkan Kebenaran
Jakarta, 29 Mei 2026 — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan bahwa praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) harus berani memperjuangkan kebenaran demi kepentingan rakyat. Pernyataan itu disampaikan saat pembekalan kepada praja IPDN di Jatinangor, Jawa Barat.
Pesan utama pembekalan
Djamari meminta para praja menjadi birokrat yang berintegritas, disiplin, dan memiliki keberanian moral. Ia menekankan bahwa pejabat politik bisa berganti, tetapi birokrasi harus tetap bekerja untuk kepentingan rakyat.
Pejabat politik bisa berganti, tetapi birokrasi harus tetap bekerja untuk kepentingan rakyat. Karena itu, keberanian menyampaikan hal yang benar menjadi sangat penting.
Dia juga menyampaikan salam dan pesan Presiden kepada seluruh praja agar belajar sungguh-sungguh karena peran mereka dinantikan bangsa.
Tantangan global dan fokus kebijakan
Djamari mengingatkan bahwa dinamika geopolitik dan tantangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik memengaruhi kebijakan nasional. Selain itu, ia menyoroti ketimpangan ekonomi dan kebocoran kekayaan negara sebagai ancaman serius.
Perubahan geopolitik dunia sangat memengaruhi seluruh aspek kehidupan. Pemerintah terus bekerja agar dampaknya dapat diminimalkan.
Untuk itu, Djamari meminta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut pemanfaatan bonus demografi hingga 2035 sebagai peluang, sekaligus peringatan agar Indonesia tidak terjebak pada middle income trap.
Memperbaiki bangsa harus dimulai dari manusianya. Pendidikan menjadi kunci.
Etika publik dan layanan masyarakat
Djamari menegaskan korupsi dalam bentuk apa pun merupakan pengkhianatan terhadap negara. Ia meminta praja hadir sebagai pelayan masyarakat dengan sensitivitas sosial tinggi, bukan sebagai pihak yang dilayani.
Kalian hadir untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani.
Pesan inti adalah penguatan etika birokrasi: keberanian berbicara benar, antikorupsi, dan orientasi pada pelayanan publik.
Peran IPDN menurut Mendagri
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut menegaskan peran strategis IPDN. Menurut Tito, institut ini penting dalam mencetak aparatur sipil negara profesional dan berintegritas.
Tito menyebut lulusan IPDN banyak dibutuhkan pemerintah daerah karena disiplin dan kesiapan kerja. Ia juga menegaskan komitmen IPDN untuk meniadakan praktik kekerasan dalam lingkungan pendidikan dan mengembangkan diri sebagai pusat pelatihan dan kajian kebijakan publik.
Penghargaan dan penutup
Pada acara itu, Menko Polkam menerima Anugerah Kartika Astha Brata Utama dan penyematan pin Alumni Kehormatan Pendidikan Tertinggi Kepamongprajaan. Penghargaan ini menegaskan hubungan lembaga pendidikan tinggi pemerintahan dengan penguatan birokrasi nasional.
Dengan arahan itu, ekspektasi terhadap praja IPDN jelas: menjadi birokrat yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan lokal maupun global demi kesejahteraan rakyat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menteri PU: Berita ASN Meninggal karena Cuti Ditolak Adalah Hoaks
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan kabar ASN meninggal akibat cuti sakit ditolak adalah hoaks; pemeriksaan...
KSP: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Hanya Dampingi Petugas Pajak
KSP menegaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas hanya mendampingi petugas DJP, tanpa kewenangan penagihan atau pe...
Kepala BGN Ajak Masyarakat dan Media Awasi Program MBG
Kepala BGN Sudaryono mengajak masyarakat dan media mengawal Program Makan Bergizi Gratis demi layanan sesuai...
LPDS Luncurkan e-Learning UKW, Soroti Turunnya Kompetensi Wartawan
LPDS meluncurkan e-learning UKW pada HUT ke-38 untuk menjawab penurunan kompetensi wartawan di tengah melimp...
North Hub Mulai Fabrikasi FPSO, Target Produksi Perdana 2028
Fabrikasi FPSO Bahtera Haluan Lestari dimulai di Tanjung Balai Karimun; North Hub ditargetkan produksi gas p...
Kepala BGN: Petugas SPPG Jalankan MBG dengan Hati Nurani
Kepala BGN Sudaryono minta petugas SPPG jalankan Program MBG dengan hati nurani agar makanan aman, layak, da...