Pendampingan Anak di Ruang Digital: Kenali Hoaks dan Konten AI
Kementerian Komunikasi dan Digital meminta guru dan orang tua aktif mendampingi anak di ruang digital untuk mengenali hoaks dan manipulasi konten berbasis Artificial Intelligence (AI).
Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi, Boni Pudjianto, di Jakarta pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pendampingan dianggap penting karena ancaman informasi palsu dan konten AI yang semakin masif dan sulit dikenali.
Mengapa pendampingan diperlukan?
Boni menekankan perkembangan teknologi digital membuat anak lebih rentan terhadap informasi menyesatkan. Oleh sebab itu, peran orang tua dan guru menjadi gerbang utama untuk melindungi anak dari dampak negatif.
- Hoaks yang tersebar cepat di media sosial.
- Penipuan digital atau scam yang menargetkan pengguna muda.
- Manipulasi informasi berbasis AI yang semakin realistis dan sulit dibedakan.
Peran guru sebagai pendamping dan pembentuk karakter
Boni mengingatkan bahwa tugas guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran. Guru juga harus mendampingi dan membentuk karakter siswa agar mampu menghadapi dinamika era digital.
"Bapak-Ibu guru harus membagikan kepada anak didik mengenai bagaimana kita bisa membedakan hal-hal positif dan negatif. Khususnya informasi yang tidak benar,"
Menurutnya, pendampingan guru di ruang digital bertujuan menciptakan budaya digital yang sehat, etis, dan bertanggung jawab. Inklusivitas juga ditekankan bukan hanya soal konektivitas, tetapi memastikan setiap anak punya kesempatan yang sama untuk belajar, berpartisipasi, berekspresi, dan terlindungi.
"Guru bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tapi juga pendamping dan pembentuk karakter anak dalam menghadapi dinamika di era digital. Inklusifitas bukan hanya menghadirkan konektivitas, tetapi memastikan setiap anak memiliki kesempatan sama untuk belajar, berpartisipasi, berekspresi, dan terlindungi di ruang digital," ujar Boni.
Imbauan dan harapan ke depan
Kemkomdigi berharap pendampingan aktif dari guru dan orang tua akan mengurangi dampak negatif hoaks, scam, dan konten AI pada anak. Langkah ini juga diharapkan melahirkan generasi yang kritis dan bertanggung jawab di ruang digital.
Berita Terkait
Kemkomdigi Dorong Akses Internet 100 Mbps seharga Rp100 Ribu
Kemkomdigi mendorong layanan internet 100 Mbps dengan tarif Rp100 ribu/bulan sebagai langkah pemerataan akse...
Keberlanjutan Perkuat Daya Saing Komoditas lewat Platform IYB
Pemerintah dorong Platform IYB untuk tingkatkan keterelusuran dan daya saing komoditas Indonesia di pasar gl...
BMKG: Siklon Jangmi Tingkatkan Potensi Hujan di Indonesia
BMKG deteksi Siklon Jangmi di Laut Filipina; potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sejumlah wilayah...
Wamen HAM: Bangun Papua Berbasis Etnosains
Wamen HAM Mugiyanto mendorong pembangunan Papua berbasis etnosains, mengintegrasikan pengetahuan lokal denga...
Registrasi SIM Biometrik Diterapkan Mulai 1 Juli 2026
Pemerintah terapkan registrasi SIM biometrik mulai 1 Juli 2026 untuk memperkuat validasi identitas dan melin...
Prabowo Kembali, Perkuat Kemitraan Indonesia-Prancis
Presiden Prabowo tiba dari Paris pada 30 Mei 2026; kunjungan menghasilkan dewan bisnis dan empat kesepakatan...