Prabowo Hadirkan Solusi untuk Kemajuan Indonesia, Nilai Guru Besar UMP
Presiden Prabowo Subianto dinilai menghadirkan perspektif dan solusi praktis bagi kemajuan Indonesia setelah memaparkan strateginya saat Sarasehan Kebangsaan di Convention Center Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026. Penilaian itu disampaikan Prof. Dr. Sri Rahayu, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Palembang, usai mengikuti sesi yang berlangsung lebih dari satu setengah jam tersebut.
Presiden Paparkan Solusi dan Pemahaman Komprehensif
Sarasehan bertema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia digelar bersamaan dengan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 selama tiga hari. Acara ini diikuti sekitar 2.600 rektor, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Menurut Sri Rahayu, Presiden menunjukkan penguasaan materi lintas bidang. Pemaparan yang berlangsung satu setengah jam dinilai mencakup aspek sosial, politik, ekonomi, pertanian, dan sejarah bangsa.
"Pak Presiden ilmunya begitu luas, mulai dari sosial, politik, ekonomi, hingga pertanian dan sejarah bangsa. Kami mengikuti pemaparan selama satu setengah jam dengan serius karena materi yang disampaikan sangat menarik,"
Identifikasi Masalah dan Rekomendasi Praktis
Selain memetakan persoalan nasional, Presiden disebut tidak hanya berteori. Sri menilai Prabowo juga menawarkan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan pembangunan.
"Kalau saya melihatnya, beliau sangat lengkap penguasaannya terhadap berbagai bidang dan persoalan kebangsaan Indonesia. Beliau mampu memetakan persoalan dan menghadirkan solusi praktis untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan bangsa,"
Pesan Kepedulian dan Tanggung Jawab Bersama
Sri menyebut pesan paling membekas dari paparan adalah seruan akan kepedulian kolektif demi kemajuan bangsa. Ia menekankan bahwa seluruh anak bangsa harus terlibat aktif agar Indonesia tidak tertinggal.
"Kepedulian itulah yang diajarkan Presiden, bahwa kemajuan Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa. Indonesia tidak boleh tertinggal dan tidak boleh tertindas sehingga kita harus terus maju bersama,"
Dukungan Perguruan Tinggi untuk Implementasi Program
Sebagai tindak lanjut, Sri menegaskan kesiapan perguruan tinggi untuk mendukung dan mengawal program pemerintah. Ia berharap hasil diskusi di sarasehan dapat diterjemahkan menjadi program konkret di kampus.
"Harapan saya, kegiatan ini menghasilkan berbagai poin yang dapat diterapkan dan dikembangkan di perguruan tinggi. Kami siap menjadi pendamping bagi setiap program Presiden demi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia,"
Dengan adanya komitmen dari kalangan akademik, diskusi kebangsaan diharapkan berlanjut pada implementasi nyata. Perguruan tinggi dipandang sebagai mitra strategis untuk menerjemahkan rekomendasi kebijakan menjadi program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Xi Jinping Sampaikan Duka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT (15 Agustus 2026) dan yakin Indonesia dapat pul...
Xi Jinping Berduka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT dan yakin Indonesia dapat cepat pulih. BMKG cat...
Pengungsi Gempa Flores Tersebar, Pemerintah Perkuat Satgas
Pemerintah bentuk satgas daerah dan kirim tenda, logistik, serta tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan pengu...
Kebakaran Belakang Pabrik di Purwakarta, 16 Damkar Dikerahkan
Kebakaran di belakang PT Iluva Gravure Industri Purwakarta terjadi pukul 17.50 WIB; 16 mobil damkar dikerahk...
Kemenekraf Pecahkan Rekor Dunia dengan 306 Pegawai Berwastra Tenun
Kemenekraf memecahkan rekor Guinness World Records dengan 306 pegawai mengenakan wastra tenun ATBM pada 17 A...
101,5 Ton Logistik Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Pemerintah mengirimkan 101,5 ton logistik ke korban gempa NTT selama 15-17 Agustus 2026 melalui jalur udara...