Prabowo Resmikan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Tuban
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya jagung dan meresmikan pembangunan 10 unit gudang ketahanan pangan Polri tipe 654 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 16 April 2026. Masing-masing gudang memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1.000 ton, bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Apresiasi atas peran Polri dalam ketahanan pangan
Prabowo memberi penghargaan atas inovasi dan kerja keras anggota Polri dalam mendukung penyediaan pangan. Ia menilai peran kepolisian kini tak hanya soal keamanan, tetapi juga membantu produksi dan distribusi pangan kepada rakyat.
Karena itu, masalah swasembada pangan ini tidak mungkin kita capai tanpa dukungan dari semua pihak. Saya hari ini sangat gembira diundang di tempat ini, saya melihat peran Polri luar biasa. Dan di sini saya kira adalah karena leadership, kepemimpinan.
Presiden menambahkan bahwa undangan menghadiri panen raya jagung dari Kapolri bukan yang pertama. Ia menyebut pameran hasil pertanian yang dipajang menunjukkan berbagai inovasi yang nyata.
Habis itu jagung, dua kali ya kau undang saya panen raya? tiga kali?sudah tiga kali, ketiga ini. Habis itu ada pameran stand-stand itu, iya kan? Dan ada selalu bukti inovasi-inovasi.
Data panen, ekspor, dan alokasi hasil
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan panen raya jagung serentak kuartal II di lahan seluas 189.760 hektar dengan potensi hasil sekitar 1,23 juta ton. Sebanyak 100 ton dari hasil itu direncanakan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Menurut Kapolri, koperasi membeli jagung dari petani seharga Rp6.500 per kilogram dan dijual ke Malaysia Rp7.000 per kilogram. Dengan demikian terdapat margin keuntungan sekitar Rp500 per kilogram.
Untuk lokasi Tuban, panen dilakukan di atas lahan seluas 101,5 hektar dengan potensi hasil sekitar 609 ton. Hasil panen ini akan diserahkan ke Bulog untuk memperkuat cadangan pangan dan menjaga stabilitas pasokan.
Jangkauan program dan operasional SPPG
Polri menyatakan ada potensi lahan jagung seluas 1,37 juta hektar di seluruh Indonesia untuk tingkatkan produksi pada 2026. Pada kuartal pertama, Polri melaporkan panen di lahan 91.000 hektar dengan hasil 884.129 ton.
Selain panen dan gudang, Polri meluncurkan operasional SPPG sebanyak 166 unit di berbagai wilayah sebagai dukungan pemenuhan gizi masyarakat dan Program MBG. Distribusi unit tersebut meliputi:
- Polda Banten: 39 unit
- Polda Sumut: 17 unit
- Polda Jateng: 16 unit
- Polda Metro Jaya: 14 unit
- Satgas MBG: 8 unit
Impilikasi dan langkah ke depan
Inisiatif gudang dan jaringan panen Polri menunjukkan pergeseran peran lembaga penegak hukum ke bidang ketahanan pangan. Ke depan, koordinasi antar-institusi, pemanfaatan lahan potensial, dan dukungan logistik akan menentukan keberlanjutan upaya swasembada.
Program ini juga membuka peluang ekspor dan peningkatan pendapatan petani bila rantai pasok dijaga dan margin perdagangan tetap adil.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...