Prabowo: Tetap Berjuang Meski Empat Kali Kalah
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan melanjutkan perjuangan politik meski mengalami empat kekalahan dalam pemilihan presiden. Pernyataan itu disampaikan di Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026, ketika ia berbicara di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan. Menurut Prabowo, motivasinya adalah memperjuangkan kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat kecil.
Alasan tetap berjuang: prioritas untuk rakyat kecil
Prabowo menyatakan ia mengikuti pemilihan presiden lima kali dan baru menang pada percobaan kelima. Meski kalah berkali-kali, ia memilih bertahan karena khawatir arah pembangunan ekonomi sebelumnya belum melindungi kelompok rentan.
"Saya ikut pemilihan umum, saya ikut lima kali dan empat kali kalah. Nggak enak kalah itu saudara-saudara, empat kali kalah, yang terakhir menang,"
Ia menilai ada kecenderungan kebijakan yang mengedepankan prinsip pasar tanpa campur tangan negara. Pandangan itu, menurut Prabowo, membuat pemerintah enggan membantu masyarakat miskin.
"Waktu itu yang dianut adalah paham neoliberal, yang mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh membantu orang-orang miskin. Orang lemah dikatakan memang lemah karena tidak bisa bersaing,"
Pengalaman di HKTI dan penolakan impor beras saat panen
Prabowo juga menceritakan pengalamannya saat memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Ia mengaku pernah meminta pemerintah membatalkan rencana impor beras yang dijadwalkan menjelang panen raya.
Menurutnya, impor saat musim panen dapat menekan harga gabah. Dampaknya: petani sulit mendapatkan keuntungan dan tidak bisa menutup modal.
"Saya mengimbau janganlah mengimpor beras, apalagi impor beras pada saat petani mau panen raya. Hancur harga, petani kita tidak bisa untung, tidak kembali modal,"
Peran negara dan kritik terhadap elit
Prabowo menolak pandangan yang menyarankan agar Indonesia mengandalkan impor bila negara lain lebih efisien. Ia menegaskan negara harus hadir untuk melindungi petani, nelayan, buruh, dan kelompok rentan lain.
"Saya melihat belum ada usaha besar dari elit Indonesia untuk memperkuat rakyat Indonesia dari bawah. Karena itu saya terus maju,"
Pidato di Gorontalo menegaskan posisi Prabowo bahwa kemenangan politik bukan tujuan akhir. Yang terpenting baginya adalah mendorong kebijakan yang memperkuat kesejahteraan rakyat di sektor pertanian dan perikanan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemendukbangga Kerahkan 200 Ribu TPK untuk Distribusi MBG 3B
Kemendukbangga mengerahkan 200.276 TPK untuk distribusi dan edukasi MBG 3B, dengan 122.108 tim sudah mendist...
Pemerintah Buka PMN Batch 4 Juli 2026, Target 150.000 Peserta
Pemerintah buka PMN Batch 4 Juli 2026 dengan target 150.000 peserta sepanjang tahun; gelombang pertama diren...
KILA 2026 Perkuat Ekosistem Lagu Anak di Seluruh Indonesia
Kementerian Kebudayaan buka pendaftaran KILA 2026 (22 Juni–31 Agustus) untuk memperkuat ekosistem lagu anak...
Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan, NTP Capai Rekor 34 Tahun
Presiden Prabowo tegaskan swasembada pangan berkelanjutan; NTP tercatat 127, rekor 34 tahun, disampaikan pad...
Kemensos Dukung Produksi Film Pendek Sekolah Rakyat
Kemensos mendukung produksi film pendek Sekolah Rakyat untuk memperluas pemahaman publik tentang akses pendi...
Menko Pangan Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Gempa Sigi
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyalurkan bantuan pangan Rp500 juta kepada warga terdampak gempa Sigi pada 24...