Prabowo Ceritakan Atlet Cedera yang Tetap Bertanding Jelang Asian Games 2026
Presiden Prabowo Subianto menceritakan kisah seorang atlet Indonesia yang tetap bertanding meski mengalami patah tulang rusuk. Cerita itu disampaikan saat melepas kontingen ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 9 September 2026, untuk memotivasi para atlet menjelang pertandingan.
Kisah atlet cedera yang tak mau digantikan
Menurut Presiden, atlet tersebut mengalami patah tulang rusuk beberapa hari sebelum lomba cabang olahraga berkuda nomor eventing. Meski dalam kondisi sakit dan kesakitan, atlet itu menolak digantikan dan memilih tetap berlaga demi kehormatan bangsa.
Dalam pertandingan, ia harus menahan tubuhnya hanya dengan satu tangan akibat cedera. Namun upaya itu berbuah hasil: atlet tersebut menyelesaikan pertandingan dan membantu membawa medali bagi Indonesia.
"Orang ini tidak mau memilih jalan yang aman atau jalan yang enak. Dia mikir kehormatan bangsa dan negaranya,"
— Presiden Prabowo Subianto
Perintah kenaikan pangkat sebagai penghargaan
Presiden menyampaikan bahwa atlet yang dimaksud juga merupakan anggota TNI Angkatan Darat. Atas perjuangan dan pengorbanannya, Presiden meminta pimpinan TNI memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat.
"Saya perintahkan Panglima TNI, Kasad, saya bilang naikkan pangkatnya. Dari sersan jadi perwira,"
— Presiden Prabowo Subianto
Arahan dan motivasi untuk kontingen
Prabowo menilai contoh tersebut menggambarkan semangat pantang menyerah yang harus dimiliki atlet Indonesia. Ia mengingatkan agar para atlet tidak mudah menyerah dan terus memberi kemampuan terbaik saat berlaga.
"Latihan, latihan, latihan,"
— Presiden Prabowo Subianto
Siapa yang berangkat dan jadwal pertandingan
Pelepasan kontingen mengonfirmasi bahwa 432 atlet dari 35 cabang olahraga akan mewakili Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ajang olahraga empat tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Dampak dan prospek ke depan
Kisah atlet yang rela bertanding dalam kondisi cedera menjadi pesan moral sekaligus strategi motivasi sebelum kompetisi besar. Selain penghargaan formal seperti kenaikan pangkat, cerita ini diharapkan mendorong semangat kolektif kontingen untuk tampil maksimal.
Dengan arahan Presiden dan persiapan yang terus diintensifkan, kontingen Indonesia berangkat membawa target prestasi dan nilai kehormatan. Mereka diingatkan bahwa membawa nama negara merupakan kesempatan langka yang harus diisi dengan kerja keras dan disiplin.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
HUT ke-81: RRI Gelar Ramah Tamah untuk Pensiunan
RRI menggelar ramah tamah bagi 150 pensiunan di HUT ke-81 untuk memperkuat silaturahmi dan mengenang masa tu...
ANTARA Ikuti Pencarian Lima Pewarta Foto Hilang di Selat Sunda
ANTARA memantau operasi SAR dan mendirikan posko di Carita untuk mencari lima pewarta foto hilang di peraira...
Bareskrim Bongkar Live Pornografi di TikTok dan Aplikasi Tevi
Bareskrim bongkar dua kasus live pornografi di TikTok dan Tevi, enam tersangka ditangkap, modus mengalihkan...
Aprindo: Konsumen Kini Memprioritaskan Harga, Bukan Merek
Aprindo: konsumen bergeser dari loyalitas merek ke pencarian harga murah; data DPK perbankan masih menunjukk...
PKP Percepat Pembangunan Hunian Bagi Korban Bencana
Kementerian PKP mempercepat pembangunan hunian pascabencana dengan percepatan lelang, verifikasi data, dan b...
MenPPPA Pastikan Anak Terdampak MBG Mendapat Pendampingan
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan anak terdampak MBG mendapat pendampingan menyeluruh, termasuk evaluasi program...