Pompanisasi PHTC Selamatkan Lahan Padi di Cirebon dari Puso
Pompanisasi bantuan pemerintah pusat lewat Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) membantu petani di Cirebon menghindari gagal panen pada musim kemarau. Bantuan pompa hibrida menghasilkan sekitar 36.000 liter per jam, sehingga pasokan air ke sawah tetap terjaga. Keterangan ini disampaikan pada Sabtu, 12 September 2026.
Bagaimana pompa bekerja
Pompa yang dipasang merupakan pompa hibrida yang memadukan dua sumber energi. Pada siang hari pompa menggunakan energi matahari lewat panel surya, sedangkan pada malam hari bergeser ke pasokan listrik. Kapasitas debit besar tersebut memungkinkan pengairan lahan secara terus-menerus tanpa bergantung penuh pada sumber air lokal.
Kondisi lahan dan ancaman gagal panen
Menurut petani Mashudi, sekitar 390 hektare di Kecamatan Arjawinangun dan Kecamatan Susukan sempat terancam puso saat memasuki musim tanam kedua. Petani sebelumnya mengandalkan Sungai Rentang di Kabupaten Majalengka, yang berjarak sekitar 1.500 meter dari sawah. Jarak jauh ini menimbulkan biaya besar untuk pengisian lahan.
Kondisi diperparah karena embung setempat mengalami kebocoran, sehingga cadangan air menyusut dan risiko gagal panen meningkat. Kehadiran pompa PHTC menjadi solusi langsung untuk mengatasi kekeringan tersebut.
Dampak bagi petani
Mashudi menyatakan bantuan pompanisasi mengubah perencanaan petani yang semula berniat memasang pompa swadaya. Dengan pasokan yang lebih andal, biaya operasional menurun dan tanaman padi bisa dipertahankan sampai panen.
"Untuk kondisi lapangan, khususnya sawah di wilayah kami ini tadah hujan, setiap tahunnya memang belum pernah yang namanya puso atau gagal panen. Hanya saja untuk musim tanam kedua, itu sangat besar biayanya karena harus mengambil air dari sungai itu sekitar 1.500 meter,"
"Sekarang, dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat, pompanisasi yang terbaru di 2026, yang hybrid itu alhamdulillah bisa menghasilkan air yang begitu deras. Dengan adanya pompanisasi ini, Alhamdulillah yang kemarin rencananya petani itu mau memasang pompa swadaya, dan tidak jadi setelah ada bantuan ini, terima kasih sekali,"
Kepala Desa Susukan, Saefudin Adriansyah, menambahkan luas lahan di Blok Kayen sekitar 309 hektare. Selama hampir dua tahun, wilayah ini rutin menghadapi kekeringan pada musim tanam kedua yang menyebabkan kegagalan panen.
"Kalau luas pertanian di daerah Blok Kayen, Desa Susukan, itu kurang lebih 309 hektare. Dan selama ini hampir dua tahun itu ketika musim tanam kedua memang mengalami kekeringan dan gagal panen,"
Prospek produksi dan harapan ke depan
Dengan pasokan air lebih terjamin, petani optimistis akan ada peningkatan tonase panen dan efisiensi biaya produksi. Pompanisasi PHTC tidak hanya menjadi bantuan mesin, tetapi juga penopang keberlanjutan produksi pertanian di tengah tekanan musim kemarau. Pemerintah dan petani diharapkan terus memantau kondisi embung dan jaringan irigasi agar manfaat pompa dapat maksimal dalam jangka panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...