Lokal

Banda Aceh Pasang Kembali Dua Pompa di Underpass Beurawe

Bagikan:
Petugas Dinas PUPR memasang pompa di Underpass Beurawe

Banda Aceh — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Banda Aceh kembali memasang dua pompa air di Underpass Beurawe pada Kamis (21/10). Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut pemeliharaan sejak Selasa, menyusul kerusakan akibat pencurian kabel pada Mei lalu. Dengan pemasangan ini, saat ini ada empat pompa yang berfungsi dan mendukung operasional underpass.

Pemulihan pompa setelah pencurian kabel

Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Rulli Syahreza, menyampaikan bahwa pemasangan pompa merupakan bagian dari perbaikan pasca-pencurian kabel. Pemasangan kembali dua unit pompa dilakukan mulai Selasa hingga Kamis, sehingga total pompa aktif menjadi empat unit. Hal ini penting untuk memastikan sistem pengurasan air di underpass kembali berjalan normal.

"Pasca pencurian kabel di Underpass Beurawe pada bulan Mei lalu. Mulai dari hari Selasa sampai hari ini kita melakukan pemeliharaan underpass dengan memasang kembali dua pompa air,"

Menurut Rulli, pemulihan ini menutup celah gangguan yang sempat menghambat fungsi drainase di lokasi.

Pembersihan kolam dan pengaturan kerja pompa

Selain pemasangan pompa, Dinas PUPR juga melakukan pembersihan kolam sumpit di bawah underpass. Pembersihan bertujuan agar pompa dapat bekerja secara maksimal dan bergantian tanpa terhambat sampah atau sedimen. Kondisi kolam yang bersih memperpanjang umur pompa dan meningkatkan efisiensi kerja sistem drainase.

"Pemeliharaan yang kita lakukan yaitu pemasangan kembali dua pompa sehingga saat ini ada empat pompa di Underpass Beurawe yang udah berfungsi kembali dengan baik,"

Langkah teknis dan manfaat operasional

Secara teknis, kegiatan yang dilakukan meliputi pemasangan unit pompa, pengecekan kelistrikan, dan pembersihan kolam penampungan. Berikut ringkasan tindakan yang dilakukan:

  • Pemasangan kembali dua unit pompa air.
  • Pemeriksaan dan pengujian fungsi semua pompa.
  • Pembersihan kolam sumpit agar pompa bekerja bergantian tanpa hambatan.

Dengan langkah tersebut, Dinas PUPR mengharapkan risiko banjir lokal saat hujan deras dapat berkurang dan arus lalu lintas di sekitar underpass lebih aman.

Kondisi saat ini dan tindak lanjut

Saat laporan disampaikan pada Kamis (21/10), Rulli menyatakan semua pompa telah pulih dan beroperasi normal. Dinas PUPR akan terus memantau performa pompa dan kondisi underpass. Pemantauan berkala diharapkan mencegah gangguan berulang dan menjaga fungsi drainase publik.

Perbaikan ini menjadi langkah konkret menanggapi dampak pencurian kabel yang sebelumnya mengganggu infrastruktur. Dengan empat pompa aktif dan kolam yang bersih, Underpass Beurawe siap melayani lalu lintas dan mengurangi genangan saat hujan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait