Festival Seni dan Qasidah Pematangsiantar 2026 Digelar, 156 Peserta Berlomba
Pematangsiantar, 21 Oktober 2026 — Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat menggelar Festival Seni dan Qasidah tingkat kota pada Rabu (21/10) di lapangan parkir pariwisata, Jalan Merdeka. Kegiatan dua hari ini bertujuan memilih duta kota untuk mewakili Pematangsiantar pada Festival Seni dan Qasidah tingkat Provinsi Sumatera Utara pada 9–13 November 2026 di Asrama Haji Medan.
Pembukaan dan pesan Wali Kota
Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis membuka acara mewakili Wali Kota Wesly Silalahi. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Lubis, Wesly menekankan peran seni qasidah sebagai media dakwah dan pelestarian budaya Islam.
"Seni qasidah dan rebana bukan sekadar hiburan atau pelengkap acara, melainkan bagian dari kekayaan budaya Islam yang sarat nilai-nilai dakwah, moral serta pembentukan akhlak mulia,"
Wesly juga berharap seni qasidah terus berkembang dan mendapat tempat di tengah masyarakat sebagai sarana mempertebal iman, merajut persaudaraan, dan meningkatkan kualitas seni lokal.
Peserta, cabang lomba, dan jadwal
Festival berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (21–22/10), dengan total 156 peserta. Kepala Bagian Kesra Setdako, Rilan Syakban Pohan, menjelaskan bahwa pemenang akan menjadi utusan Pematangsiantar ke tingkat provinsi.
- Cabang Bintang Vokalis Anak-anak: putra 11 orang, putri 20 orang
- Bintang Vokalis Remaja: putra 1 orang, putri 3 orang
- Bintang Vokalis Dewasa: putra 5 orang, putri 3 orang
- Cabang Rebana Klasik: remaja 4 grup, dewasa 3 grup
- Cabang Nasyidariah (eksibisi): remaja 1 grup, dewasa 5 grup
Dukungan Pemkot dan harapan panitia
Pemko menyatakan komitmen mendukung majelis taklim dan kegiatan seni keagamaan yang berdampak positif bagi masyarakat. Wesly mengajak dewannya untuk memberikan penilaian objektif dan adil.
"Semoga dengan pelaksanaan Festival Seni Qasidah ini, semakin meningkatkan semangat kolaborasi dan semangat toleransi bagi kita semua, hingga dapat memberikan kontribusi bagi terwujudnya Pematangsiantar yang cerdas, sehat, kreatif dan selaras,"
Lubis menyampaikan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan mengingatkan pentingnya sportivitas.
"Tunjukkan kemampuan terbaik anda sekalian, kalah atau menang merupakan hal yang biasa dalam sebuah kompetisi, yang jauh lebih utama yakni bagaimana menjaga semangat kebersamaan, sportivitas dan kecintaan terhadap seni qasidah."
Hadirin dan representasi lembaga
Acara dihadiri sejumlah kepala dinas dan perwakilan lembaga, termasuk Kadis Ketenagakerjaan, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Pariwisata, serta perwakilan perbankan dan organisasi keagamaan setempat. Kehadiran ini menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap upaya pelestarian seni Islam lokal.
Penutup: Festival ini tidak hanya mencari pemenang kompetisi, tetapi juga berfungsi sebagai wadah pembinaan generasi muda dan penguatan nilai-nilai keagamaan melalui seni. Para pemenang yang terpilih akan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat provinsi pada November mendatang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Hari Santri ke-12 Simalungun: Sekda Pimpin, Dorong Inklusi Keuangan
Peringatan Hari Santri ke-12 di Simalungun (22/10) dipimpin Sekda Mixnon Simamora, dirangkaikan Bulan Inklus...
HUT Koperasi 2026: Simalungun Gelar Perayaan dan Penguatan KDKMP
Peringatan HUT Koperasi ke‑79 di Simalungun dipusatkan di Gerai Koperasi Desa Merah Putih, 22 Oktober 2026,...
Investasi Tambang Dairi Dinilai Bisa Dongkrak Ekonomi Lokal
DPD GMNI Sumut menilai investasi pertambangan di Dairi berpotensi mendongkrak ekonomi lokal bila dijalankan...
Pemkab Asahan Raih Predikat Kabupaten Informatif KI Award 2026
Pemkab Asahan meraih predikat Kabupaten Informatif pada KI Award Sumut 2026, menandai lima tahun berturut-tu...
Kapolres Pematangsiantar Bersilaturahmi dengan Muhammadiyah
Kapolres AKBP Dhana Noer Kurniawan bersilaturahmi dengan PD Muhammadiyah Pematangsiantar pada 21 Oktober unt...
Ondim Akui Terima Rp900 Juta Terkait Suap Proyek di Langkat
Mantan Bupati Langkat Syah Afandin mengaku menerima Rp900 juta terkait fee proyek saat bersaksi di PN Medan,...