Nasional

Polri Perkuat Rantai Pasok Pangan Mandiri Nasional

Bagikan:
Polri kembangkan rantai pasok pangan mandiri melalui pertanian dan peternakan

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Praboworantai pasok pangan mandiri melalui berbagai program pertanian dan peternakan. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 1 Juli 2026, di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tujuan utamanya adalah mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan pelaku usaha lokal.

Ragam inisiatif dan lokasi pengembangan

Polri mengembangkan sumber pangan lewat fasilitas yang beragam. Program mencakup greenhouse, kolam ikan bioflok, budidaya sapi, kambing, dan ayam, serta pembangunan gudang sentral bahan pakan. Upaya ini dimaksudkan untuk memperpendek rantai pasok dan menurunkan kerentanan pasokan.

"Polri juga terus mengembangkan sumber pangan atau rantai pasok pangan mandiri. Seperti greenhouse, kolam ikan bioflok, budidaya sapi, kambing, dan ayam, serta gudang sentral bahan pakan,"

Program jagung: luas lahan dan hasil panen

Polri bersama Kementerian Pertanian dan pemangku kepentingan lain mendorong penanaman jagung secara berkelanjutan. Program ini melibatkan 30.548 kelompok tani dan memanfaatkan potensi lahan seluas 1,37 juta hektare.

"Kami terus mendorong penanaman komoditas jagung secara berkelanjutan pada potensi lahan seluas 1,37 juta hektare... total produksi mencapai 5,7 juta ton,"

Sejak 2025 hingga kuartal II 2026, panen raya jagung tercatat menghasilkan 5,7 juta ton. Capaian ini disebut sebagai hasil kolaborasi antar-institusi dalam mendukung ketahanan pangan.

Pengembangan bawang putih dan infrastruktur penyimpanan

Polri memfasilitasi 30 kelompok tani di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, untuk mengembangkan bawang putih. Penanaman berlangsung pada lahan seluas 948 hektare dengan hasil panen mencapai 18.960 ton.

Selain itu, Polri memperluas wilayah tanam di Kabupaten Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus. Upaya logistik juga diperkuat dengan pembangunan 29 gudang ketahanan pangan untuk mendukung swasembada.

Rantai pasok dan pelibatan UMKM

Untuk memperkuat ekosistem, Polri membangun supply chain yang melibatkan 12.420 UMKM. Kelompok yang dilibatkan mencakup petani, peternak, nelayan, dan koperasi. Langkah ini diharapkan meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan komunitas lokal.

Secara keseluruhan, strategi Polri menitikberatkan pada diversifikasi komoditas, penguatan infrastruktur penyimpanan, serta integrasi pelaku usaha mikro dan petani ke dalam rantai pasok nasional.

Implikasi ke depan

Dengan capaian awal dan perluasan wilayah tanam, upaya ini berpotensi menurunkan ketergantungan impor dan menstabilkan harga pangan. Keberlanjutan program akan bergantung pada koordinasi antar-menteri, dukungan teknologi, dan pembinaan berkelanjutan bagi UMKM serta kelompok tani.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait