Lokal

Polrestabes Medan Tangkap Mahasiswa Pengedar 'Vape Getar' 488 Bungkus

Bagikan:
Barang bukti 488 bungkus vape getar merek Squid Game hasil sitaan di Medan

MEDAN — Polrestabes Medan menangkap seorang mahasiswa berinisial MZ (21) karena mengedarkan narkoba berbentuk "Vape Getar" di Kecamatan Medan Baru. Polisi menyita 488 bungkus vape bermerek Squid Game yang disimpan di salah satu rumah kos. Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat kepada personel kepolisian.

Penggerebekan dan barang bukti

Petugas menemukan ratusan paket "Vape Getar" yang diduga siap edar dalam penyitaan dari kamar kos milik pelaku. Barang bukti yang disita berjumlah 488 bungkus dengan merek yang disebut-sebut menyerupai tema populer.

Polisi menangkap MZ setelah menerima laporan dari warga yang curiga terhadap aktivitas peredaran narkoba di lingkungan tersebut. Hingga kini, penyidik masih mendalami jaringan dan tujuan peredaran barang bukti tersebut.

Jaksa Agung minta waktu menuntaskan perkara internal

Di ranah hukum lain, Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta waktu kepada publik untuk menyelesaikan penanganan kasus yang melibatkan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Permintaan itu disampaikan di tengah sorotan terhadap integritas penanganan perkara di internal Kejaksaan Agung.

Beri kami waktu untuk menyelesaikan peristiwa ini dengan tuntas

Broker pernyataan disampaikan oleh Burhanuddin kepada wartawan pada Minggu (26/7). Pihak kejaksaan menyatakan akan menuntaskan penyelidikan secara menyeluruh sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.

Geng motor terekam CCTV serang rumah warga

Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan sekelompok geng motor menyerang rumah warga di Kelurahan Pekan Labuhan (Sei Mati), Kecamatan Medan Labuhan, dalam aksi yang berlangsung selama dua hari. Pemilik rumah, Ganda Simbolon, mengungkapkan kekecewaannya atas serangan massal tersebut.

Untuk penyebab aku enggak tau. Tiba-tiba kelompok geng motor melakukan penyerangan hingga, menghancurkan bagian depan dan merusak rumah dan kendaraan warga lainnya menggunakan batu

Ganda menyebut sekitar seratusan anggota geng motor ikut serta dalam penyerangan yang merusak bagian depan rumah dan beberapa kendaraan. Rekaman CCTV kini menjadi salah satu bukti awal yang akan dianalisis aparat kepolisian setempat.

Ketiga peristiwa ini—penangkapan pengedar "Vape Getar", pernyataan Jaksa Agung terkait penanganan kasus internal, dan serangan geng motor yang terekam CCTV—menyoroti isu penegakan hukum dan keamanan publik di Medan. Pengembangan penyidikan dan proses hukum pada masing-masing peristiwa masih akan dipantau oleh aparat terkait.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait