PLN Edukasi Keselamatan Listrik di SD Islam Ibnu Umar Ciputat
PLN menggelar program PLN Goes to School di SD Islam Ibnu Umar Ciputat, Ciputat, Selasa, 26 Mei 2026, untuk menanamkan edukasi keselamatan listrik sejak dini kepada pelajar. Kegiatan bertujuan agar anak memahami penggunaan listrik yang aman, hemat, dan ramah lingkungan, serta menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan sekolah.
Pelaksanaan program
Kegiatan disusun secara interaktif dan berlangsung di lingkungan sekolah dasar. Metode yang digunakan meliputi dongeng, video animasi, dan kuis edukatif agar materi mudah dicerna siswa.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menilai inisiatif ini krusial untuk membentuk kebiasaan aman sejak usia dini.
"Anak-anak merupakan agen perubahan di lingkungan keluarga maupun sekolah. Listrik harus digunakan secara aman, bijak, dan efisien sejak dini," ujar Andy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Materi yang diajarkan
Selain konsep penggunaan listrik yang aman dan hemat, siswa diperkenalkan alur distribusi listrik dari pembangkit hingga rumah. Penjelasan ini membantu mereka memahami sumber energi dan risiko yang mungkin muncul.
Pihak penyelenggara menekankan praktik konkret, seperti menghindari bermain dekat jaringan listrik atau tiang berarus.
Pendekatan kreatif dan respons siswa
Manager PLN UP3 Ciputat, Putu Kariana, mengatakan pendekatan kreatif lebih efektif untuk sasaran usia SD. Materi interaktif dinilai meningkatkan antusiasme dan daya ingat siswa.
"Kami menghadirkan edukasi melalui dongeng, animasi, dan kuis interaktif. Cara itu membuat siswa lebih antusias belajar keselamatan listrik," kata Putu.
Guru dan kepala sekolah juga mencatat pengalaman belajar menjadi lebih menyenangkan dan bernilai praktis bagi anak.
"Kegiatan ini menambah wawasan siswa tentang keselamatan penggunaan listrik sejak dini. Anak-anak juga belajar pentingnya menjaga penggunaan energi," ujar Saryono.
Pesan keselamatan dan tindakan praktis
PLN menekankan beberapa pesan keselamatan utama kepada siswa yang diajarkan secara langsung:
- Jangan menyentuh stopkontak dengan tangan basah untuk mencegah risiko sengatan listrik.
- Avoid bermain dekat jaringan listrik dan tiang listrik.
- Segera lapor kepada orang dewasa atau pihak sekolah jika menemukan kabel listrik yang rusak atau kondisi berbahaya.
Dampak dan tindak lanjut
Pengelola berharap program ini mendorong perubahan perilaku di rumah dan lingkungan. Dengan pengetahuan yang diterima, anak diharapkan dapat menjadi pengingat keselamatan bagi keluarga.
Ke depan, pendekatan serupa berpotensi diperluas ke sekolah lain untuk menjangkau lebih banyak pelajar dan memperkuat budaya keselamatan listrik di komunitas.
Berita Terkait
Ekspor Nonmigas Triwulan I Naik 0,98%, Mendag Optimis Perdagangan Tumbuh
Mendag Budi Santoso menyebut ekspor nonmigas Jan–Mar 2026 tumbuh 0,98% dan dorong program untuk perkuat prod...
IHSG Melemah 0,91% di Jeda Siang ke Level 6.149,68
IHSG melemah 0,91% ke level 6.149,68 pada jeda siang 26 Mei 2026, terdorong tekanan jual, net sell asing, da...
Harga Emas Perhiasan Jelang Iduladha 2026: Daftar Terbaru
Daftar harga emas perhiasan dari Raja Emas dan Laku Emas per 26 Mei 2026 menunjukkan penurunan jelang Idulad...
Rupiah Anjlok ke Rp17.791 per Dolar AS Jelang Libur Panjang
Rupiah melemah ke Rp17.791 per dolar AS pada 26 Mei 2026; tekanan eksternal dan permintaan valas musiman dor...
Misbakhun: Pelemahan Rupiah Saat Ini Beda dengan Krisis 1998
Misbakhun dan Menko Perekonomian sebut pelemahan rupiah kini berbeda dari krisis 1998; inflasi terjaga dan s...
KAI Ingatkan Disiplin Pengguna di Perlintasan Sebidang
KAI mengingatkan disiplin pengguna jalan penting untuk mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang; penutupa...