Pleidoi Saiful Abdi: Menangis dan Mohon Vonis Bebas atas Kasus Smartboard
MEDAN — Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Langkat, Saiful Abdi, membacakan pleidoi pribadi di Pengadilan Negeri Medan, Senin (14/9). Dalam sidang di ruang Cakra Utama, ia meminta majelis hakim memutus bebas berdasarkan fakta persidangan dan menegaskan tidak menikmati uang hasil dugaan korupsi pengadaan 312 unit smartboard TA 2024.
Pembelaan emosional di depan majelis
Suasana haru mewarnai sidang saat Saiful meneteskan air mata ketika menyampaikan pembelaan. Ia mengatakan sanggup menahan lapar dan dinginnya lantai tahanan, tetapi tidak kuat melihat istrinya terus mendampingi dan menanggung rasa malu karena tuduhan yang ia nilai tidak benar.
“Demi Allah, demi darah daging saya sendiri, saya tidak pernah menyentuh satu rupiah pun uang yang dituduhkan kepada saya untuk memperkaya diri saya atau keluarga saya.”
Klaim tekanan dari penyidik
Saiful juga mengungkapkan adanya permintaan agar ia mengaku menerima uang Rp50 juta saat diperiksa sebagai saksi perkara smartboard. Ia menyatakan penyidik menyebutnya bukan target utama dan menyebut nama lain, namun ia menolak mengaku menerima uang yang tidak pernah diterimanya.
“Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberi pengertian kepada hati nurani Yang Mulia serta memberi petunjuk dan kekuatan dalam menjatuhkan putusan,”
Pledoi tim penasihat hukum
Tim penasihat hukum yang terdiri atas Jonson David Sibarani dan Togar Lubis lebih dulu mengajukan pleidoi untuk Saiful. Mereka menegaskan pengadaan smartboard bukan inisiatif Saiful, melainkan kebijakan Penjabat (Pj) Bupati Langkat, Faisal Hasrimy.
Tim kuasa hukum menyatakan sejak awal tidak ada pengajuan proposal atau pendaftaran di Dapodik dari sekolah terkait pengadaan tersebut. Mereka juga menyebut pengangkatan Supriadi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dilakukan atas permintaan yang bersangkutan dan ditandatangani secara elektronik.
“Pengadaan smartboard bukanlah program yang berasal dari inisiatif Saiful selaku Kadisdik. Program tersebut merupakan kebijakan dan tanggung jawab mantan Penjabat Bupati Langkat Faisal Hasrimy.”
Argumen pembelaan dan permohonan putusan
Penasihat hukum meminta majelis mempertimbangkan keseluruhan fakta persidangan dan menjatuhkan vonis bebas atau paling tidak putusan lepas. Mereka menilai Saiful tidak dapat dipertanggungjawabkan secara pidana karena bertindak dalam kondisi terpaksa, serta meminta pemulihan hak dan martabat kliennya.
Majelis hakim kemudian menunda sidang hingga pekan mendatang untuk melanjutkan proses pemeriksaan dan putusan. Sidang selanjutnya akan memantapkan langkah penegakan keputusan berdasarkan bukti yang terungkap di persidangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polres Labuhanbatu Gelar Patroli Gabungan 3 Pilar di Rantauprapat
Polres Labuhanbatu, TNI, dan Satpol PP menggelar patroli gabungan 3 Pilar di Rantauprapat (31/10) untuk cega...
Sat Lantas Labuhanbatu Sosialisasi Keselamatan di Pasar Gelugur
Sat Lantas Polres Labuhanbatu menggelar Dikmas di Pasar Gelugur pada 1 November 2026 untuk tingkatkan kepatu...
Hari Pramuka Sumut ke-65: Wabup Sergai Minta Nilai Pramuka Hidup
Wabup Sergai H. Adlin Tambunan meminta nilai Tri Satya dan Dasa Darma hidup sehari-hari saat Upacara Hari Pr...
Waspada Kembangkan Survei, Polisi Bekuk Pengedar Sabu dan Curanmor
Harian Waspada kembangkan program survei dan riset; polisi di Tapanuli menangkap terduga pengedar sabu dan p...
Waspada bentuk Litbang, pakar: survei harus transparan
Harian Waspada mendirikan tim Litbang untuk survei dan riset; pakar menekankan transparansi metodologi, inde...
Polres Taput Ungkap Curanmor Lintas Kabupaten, Tersangka JS Diamankan
Polres Tapanuli Utara menangkap JS, 19, pelaku curanmor lintas kabupaten; sepeda motor korban diamankan dan...