Gajah Serang Petani di Aceh Selatan, Perempuan 55 Tahun Patah Kaki
TAPAKTUAN – Seorang petani perempuan, Srimah (55), mengalami patah kaki setelah diinjak seekor gajah pada Senin (14/9) sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan perkebunan sawit Gampong Kapa Seusak, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Dua ekor gajah Sumatra jantan dilaporkan berada di lokasi saat kejadian, sehingga memicu ketakutan warga.
Korban dan penanganan
Saat insiden terjadi Srimah sedang berada di kebun milik warga ketika diserang. Warga yang menemukan korban kemudian membawa dia untuk mendapatkan pertolongan tradisional di tempat tukang urut di Gelombang, Kota Subulussalam.
Korban yang diinjak gajah seorang perempuan, umur sekitar 55 tahun
Polah gajah dan risiko lalu lintas
Menurut Kepala Dusun Seuneubok Pungki, Rivaldi, dua gajah jantan itu sudah lama berkeliaran di sekitar perkebunan dan sering muncul hampir setiap malam. Hal ini membuat warga harus berjaga dan mengusir satwa tersebut secara rutin.
Gajah hampir setiap malam masuk ke kebun warga. Setiap malam masyarakat harus mengusirnya
Keberadaan gajah di lokasi menjadi lebih berbahaya karena dekat dengan Jalan Nasional Tapaktuan-Medan. Rivaldi menyebut dua satwa tersebut kadang hanya berjarak sekitar 20 meter dari badan jalan, yang berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas jika hewan terkejut atau melintas ke jalan raya.
Riwayat konflik dan kekhawatiran warga
Konflik manusia dan gajah di kawasan itu bukan kali pertama. Rivaldi mengatakan konflik telah berlangsung sejak 2019 dan beberapa bulan terakhir tercatat dua kejadian yang menyebabkan warga menjadi korban. Sebelumnya korban yang diserang adalah laki-laki; kali ini menimpa perempuan.
Dulu korbannya laki-laki, sekarang perempuan yang menjadi korban
Akibat ancaman tersebut, sejumlah warga mengaku terus berjaga di kawasan perkebunan hampir setiap malam. Mereka berharap otoritas terkait segera mengambil langkah untuk menangani dua gajah itu agar tidak menimbulkan korban lebih jauh.
Jangan sampai ada korban jiwa akibat diinjak gajah. Kami berharap gajah segera dipindahkan karena sudah sering menimbulkan korban
Langkah yang diharapkan
Warga meminta tindakan cepat dari instansi terkait untuk memindahkan dua gajah ke habitat yang lebih aman atau melakukan solusi mitigasi konflik lainnya. Pendekatan ini dinilai penting untuk melindungi keselamatan penduduk sekaligus konservasi satwa.
Situasi ini menyoroti perlunya strategi jangka panjang untuk mencegah konflik manusia-satwa liar, terutama di sepanjang koridor habitat yang berbatasan langsung dengan permukiman dan lahan pertanian.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polres Labuhanbatu Gelar Patroli Gabungan 3 Pilar di Rantauprapat
Polres Labuhanbatu, TNI, dan Satpol PP menggelar patroli gabungan 3 Pilar di Rantauprapat (31/10) untuk cega...
Sat Lantas Labuhanbatu Sosialisasi Keselamatan di Pasar Gelugur
Sat Lantas Polres Labuhanbatu menggelar Dikmas di Pasar Gelugur pada 1 November 2026 untuk tingkatkan kepatu...
Hari Pramuka Sumut ke-65: Wabup Sergai Minta Nilai Pramuka Hidup
Wabup Sergai H. Adlin Tambunan meminta nilai Tri Satya dan Dasa Darma hidup sehari-hari saat Upacara Hari Pr...
Waspada Kembangkan Survei, Polisi Bekuk Pengedar Sabu dan Curanmor
Harian Waspada kembangkan program survei dan riset; polisi di Tapanuli menangkap terduga pengedar sabu dan p...
Waspada bentuk Litbang, pakar: survei harus transparan
Harian Waspada mendirikan tim Litbang untuk survei dan riset; pakar menekankan transparansi metodologi, inde...
Polres Taput Ungkap Curanmor Lintas Kabupaten, Tersangka JS Diamankan
Polres Tapanuli Utara menangkap JS, 19, pelaku curanmor lintas kabupaten; sepeda motor korban diamankan dan...