Lokal

Bupati Madina Putuskan PJJ dan Bagikan Masker Antisipasi Kabut Asap

Bagikan:
Bupati Madina memimpin rapat koordinasi antisipasi kabut asap di Panyabungan

Mandailing Natal (Madina) — Bupati H. Saipullah Nasution memimpin rapat koordinasi untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Rabu, 14 Oktober 2026, di Ruang Kerja Bupati, Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan. Hasil rapat menetapkan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan distribusi masker kepada masyarakat sebagai langkah awal.

Peserta rapat dan dasar keputusan

Rapat dihadiri oleh Pejabat Sekda, beberapa asisten, serta pimpinan instansi terkait. Antara lain hadir:

  • Dinas Kesehatan
  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
  • Dinas Lingkungan Hidup
  • Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)

Keputusan ini diambil menyusul laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menginformasikan sebaran asap di seluruh Sumatera Utara dan konsentrasi partikulasi halus PM2.5 berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Data pengamatan dan jarak pandang

Pengamatan dari Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Silangit juga menunjukkan jarak pandang menurun, berkisar antara satu sampai empat kilometer. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama dalam menetapkan langkah-langkah antisipatif agar risiko kesehatan dapat diminimalkan.

Keputusan: PJJ dan pembagian masker

Berdasarkan masukan dari OPD terkait, Bupati menyetujui pelaksanaan PJJ serta pembagian masker kepada masyarakat melalui BPBD. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan PJJ akan diberlakukan mulai Kamis hingga Sabtu, 15–17 Oktober 2026, untuk melindungi warga sekolah.

Meski demikian, pelaksanaan PJJ akan dipantau ketat agar proses belajar tetap berjalan efektif dan siswa menerima materi yang memadai.

Imbauan kesehatan dan koordinasi lanjutan

Bupati mengimbau warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk selalu memakai masker. Masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Selain itu, OPD diminta untuk terus memantau kualitas udara dan menyampaikan informasi terkini kepada publik secara berkala. Penyampaian informasi ditujukan untuk memberi panduan praktis tanpa menimbulkan kepanikan.

Langkah dinas kesehatan dan pendidikan

Kepala Dinas Kesehatan mengusulkan langkah antisipatif khusus untuk kelompok rentan. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan komitmen pemantauan pelaksanaan PJJ agar tujuan perlindungan siswa tercapai tanpa mengorbankan mutu pembelajaran.

Dengan keputusan ini, pemerintah kabupaten fokus pada upaya mitigasi dampak kabut asap sambil menjaga kontinuitas layanan publik dan pendidikan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait