Pesraman Agung: Konservasi dan Ekonomi Berjalan Bersama
PLN Indonesia Power menjalankan Program Pesraman Agung di Hutan Bambu Sandan, Bali sebagai upaya menggabungkan konservasi hutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini dikelola UBP Bali PLTDG Pesanggaran dan diumumkan pada Rabu, 17 Juni 2026. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan warga sambil memulihkan fungsi ekosistem hutan lindung.
Capaian sosial dan ekonomi
Program memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Inisiatif ini telah menyediakan akses air bersih bagi keluarga dan memperkuat ketahanan pangan melalui irigasi yang memadai.
- 55 Kepala Keluarga (KK) mendapatkan akses air bersih.
- Irigasi melayani 86 petak lahan seluas sekitar 74 hektare.
- Lebih dari 253 petani merasakan manfaat program adaptasi iklim.
Inovasi teknologi untuk akses air
Program mengaplikasikan Hybrid Water Pump System dan pompa hidran untuk menyediakan pasokan air. Teknologi ini memudahkan warga yang sebelumnya sulit mendapatkan air bersih.
Selain itu, pemanfaatan material bekas seperti palet kayu dan pellet sampah menerapkan prinsip circular economy dalam kegiatan lokal.
Dampak lingkungan dan pemulihan ekosistem
Hutan Bambu Sandan telah berkontribusi pada penyerapan karbon sebesar 42.875,81 ton CO₂. Upaya konservasi meliputi penanaman ratusan bibit bambu dan pohon buah untuk mendukung pemulihan hutan lindung.
Kawasan ini juga menjadi lokasi edukasi, konservasi, dan penelitian yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 200 orang.
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan
Program melibatkan 17 pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta. Bentuk kerjasama ini dirancang agar manfaat lingkungan dan ekonomi berjalan beriringan.
"Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitarnya. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi yang berkelanjutan harus inklusif dan menyentuh untuk kehidupan nyata masyarakat." — Bernadus Sudarmanta, Direktur Utama PLN Indonesia Power
Konservasi berkelanjutan dan prospek ke depan
Selain konservasi, program mendorong diversifikasi ekonomi melalui kerajinan bambu, wisata edukasi, pertanian, dan peternakan. Program juga membina kader penggerak lingkungan dan pelestarian nilai budaya Bali.
Ke depan, Pesraman Agung direncanakan menjadi model rujukan pemberdayaan berbasis lingkungan di Bali dan sejalan dengan prinsip ESG serta tujuan SDGs. Pendekatan ini menunjukkan bahwa upaya lingkungan dapat diintegrasikan dengan peningkatan ekonomi lokal secara nyata.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemprov DKI, Bank Jakarta & Persija Perkuat Sport Tourism
Pemprov DKI, Bank Jakarta, dan Persija bersinergi untuk memperkuat sport tourism menjelang 500 tahun Jakarta...
Sao Tome Buka Jalur Paspor untuk Investor dengan Investasi $90.000
Sao Tome menawarkan paspor melalui investasi $90.000 ke National Transformation Fund, tanpa kewajiban meneta...
Jadwal Kapal Ferry Singkil–Pulau Banyak, Senin 10 Agustus 2026
KMP Aceh Hebat 3 layani rute Singkil–Pulau Banyak Senin 10 Agustus 2026; berangkat Singkil pukul 17.00 WIB,...
Jadwal Kapal Roro Sabang–Banda Aceh 10 Agustus 2026
PT ASDP Banda Aceh umumkan jadwal kapal Roro Sabang–Banda Aceh 10 Agustus 2026, termasuk jadwal KMP Aceh Heb...
Pelabuhan Kijing Berpeluang Jadi Pintu Ekspor Utama Kalbar
Pelabuhan Kijing di Mempawah berpotensi jadi pintu ekspor utama Kalbar berkat posisi strategis, infrastruktu...
Harga Ikan di Singkil Naik Tajam karena Pasokan Menipis
Pasokan ikan di Aceh Singkil menipis akibat cuaca ekstrem dan musim paceklik, memicu lonjakan harga hingga R...