Ekonomi

Sao Tome Buka Jalur Paspor untuk Investor dengan Investasi $90.000

Bagikan:
Bendera Sao Tome dan Príncipe dan dokumen paspor di meja

Sao Tome dan Príncipe membuka program citizenship by investment yang memungkinkan warga asing memperoleh paspor dengan investasi. Pemerintah mengumumkan skema ini pada Agustus 2025 sebagai sumber pendanaan alternatif untuk pembangunan nasional. Pemohon tidak diwajibkan menetap permanen dan tidak harus membeli properti.

Skema investasi dan biaya

Pemohon diwajibkan menyalurkan dana sebesar 90.000 dollar AS (sekitar Rp1,4 miliar) ke National Transformation Fund. Selain itu ada biaya pengajuan sebesar 5.750 dollar AS yang harus dibayarkan selama proses berlangsung.

Ada opsi menambahkan anggota keluarga melalui investasi tambahan 5.000 dollar AS per orang, maksimal tiga orang. Anggota yang dapat disertakan dijelaskan sebagai berikut:

  • Pasangan
  • Anak berusia di bawah 30 tahun
  • Orangtua atau kakek-nenek tertentu

Tujuan penggunaan dana

Pemerintah menyatakan dana yang terkumpul akan diarahkan untuk sektor-sektor prioritas. Alokasi diarahkan untuk mendukung:

  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Infrastruktur
  • Pengembangan energi terbarukan

Proses, waktu, dan capaian awal

Program ini menjanjikan proses relatif cepat, dengan peluang memperoleh kewarganegaraan ganda dalam waktu kurang dari satu tahun. Pada periode 2025-2026 tercatat 98 pemohon mengikuti program, dan 27 di antaranya diproyeksikan mendapat persetujuan.

Keuntungan kewarganegaraan

Selain paspor, warga baru akan menjadi anggota Community of Portuguese-Speaking Countries. Status ini berpotensi mempermudah akses tinggal, bekerja, atau belajar di beberapa negara anggota, termasuk Portugal dan Brasil, sesuai ketentuan masing-masing negara.

Pertimbangan dan risiko

Calon investor diminta mempertimbangkan kondisi domestik sebelum mengambil keputusan. Sao Tome dan Príncipe masih menghadapi sejumlah tantangan infrastruktur yang nyata.

  • Keterbatasan infrastruktur umum
  • Insiden pemadaman listrik
  • Akses air bersih yang belum merata
  • Layanan kesehatan yang terbatas

Sebelum memutuskan, calon pemohon disarankan menilai keuntungan mobilitas internasional dan risiko praktik hidup sehari-hari di negara tujuan. Kebijakan ini membuka peluang pendanaan baru sekaligus memperkuat pembangunan, namun juga menuntut perhatian terhadap kondisi riil di lapangan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait