Peserta Banten Terkesan Doa Lintas Agama di Zikir Kebangsaan Monas
Peserta dari Banten merasakan momen toleransi saat Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Monumen Nasional (Monas) pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Fio, peserta asal Pandeglang, Banten, mengikuti acara bersama rombongan madrasah dan menilai doa lintas agama menjadi inti yang paling mengharukan.
Pengalaman pertama di Monas
Fio mengatakan kegiatan itu adalah pengalaman pertamanya mengikuti zikir bersama di Monas. Selama ini ia hanya menonton acara serupa lewat televisi.
Ini pertama kalinya ikut zikir bersama di Monas. Biasanya ikut zikir di rumah, cuma menyaksikan dari layar kaca.
Kedatangan bersama rombongan madrasah memberi warna baru baginya. Ia menyebut suasana khidmat dan tertib, serta interaksi antar peserta yang hangat.
Doa lintas agama jadi sorotan
Menurut Fio, momen doa yang mewakili beberapa agama menjadi titik emosional acara. Ia menyaksikan pembacaan doa berdasarkan tradisi Katolik, Protestan, Islam, dan aliran lain.
Yang paling terkesan adalah ketika zikir itu mewakili semua agama. Tadi ada doa berdasarkan agama Katolik, Protestan, Islam, dan lain sebagainya.
Ia menilai pelaksanaan doa bersama tersebut sebagai bukti nyata bahwa toleransi tetap dijunjung tinggi di ruang publik. Perpaduan doa membuat suasana acara terasa mengharukan dan menguatkan semangat kebangsaan.
Bingkisan panitia dan harapan peserta
Selain mengikuti rangkaian acara, Fio menerima bingkisan dari panitia yang sesuai tema zikir. Hadiah tersebut berisi perlengkapan ibadah untuk peserta perempuan.
- Mukena
- Hijab
- Sejadah
Sesuai temanya zikir, isinya alat ibadah. Untuk perempuan ada mukena, hijab, dan sejadah.
Fio berharap acara serupa kembali digelar dan berencana datang lebih awal agar mendapat posisi lebih dekat panggung utama.
Makna HUT Ke-81 bagi peserta
Fio memaknai peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum refleksi. Baginya, kemerdekaan harus jadi pengingat untuk terus membangun Indonesia yang lebih baik dan inklusif.
Jadi menunjukkan bahwa kita memang menaungi semua agama. Toleransi itu dijunjung, itu yang paling berkesan.
Rangkaian zikir dan doa di Monas menjadi contoh praktis bagaimana perayaan kemerdekaan dapat memupuk persatuan melalui penghormatan terhadap keberagaman.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kepala BGN Terapkan 'Zero Tolerance' untuk Keamanan Pangan MBG
Kepala BGN Sudaryono menegaskan 'zero tolerance' atas insiden keamanan pangan di Program MBG setelah menjeng...
BGN Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG di Semarang
Kepala BGN meninjau 707 korban dugaan keracunan MBG di Semarang; investigasi laboratorium dan tindakan tegas...
Bernarda Bongkar Perjuangan Guru Perintis di Pedalaman Papua
Bernarda Rurit meluncurkan buku yang merekam perjuangan guru perintis di pedalaman Papua dan proses penulisa...
Kedubes Malaysia Respons Penangkapan Pilot terkait 25,1 kg Ekstasi
Kedubes Malaysia menghormati proses hukum dan minta akses kekonsuleran setelah penangkapan pilot MH727 yang...
Gubernur Pramono Minta Pengelola Mal Kurangi Pagar Tinggi
Gubernur Pramono Anung minta pengelola mal dan perkantoran kurangi pagar tinggi dan tambah ruang hijau, usai...
PKP Percepat Pembangunan 25.606 Huntap di Sumatra hingga 2027
PKP percepat pembangunan 25.606 huntap pascabencana di Sumatra hingga 2027 dengan tambahan anggaran dan targ...