Menteri Serukan Solidaritas dan Tabayyun di Idul Adha 1447H
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih menyampaikan pesan persatuan, kepedulian sosial, dan kehati-hatian menyikapi informasi setelah melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026. Pernyataan itu disampaikan usai pelaksanaan ibadah bersama yang dihadiri jajaran kementerian.
Zulkifli Hasan: solidaritas dan semangat berkorban
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya memperkuat solidaritas dan menjaga persatuan di tengah tantangan global. Ia memandang semangat berbagi sebagai modal utama agar bangsa tetap kuat menghadapi tekanan.
“Idul Adha bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat kebersamaan. Kita perlu juga melakukan kontemplasi dalam situasi seperti ini, kita berkorban untuk Indonesia, untuk masyarakat kita,”
Zulhas menambahkan bahwa kebersamaan dan saling mendukung harus menjadi landasan praktis dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa lewat persatuan, berbagai kesulitan dapat diatasi bersama.
“Tentu dengan persatuan, kebersamaan, berbagi, seberat apa pun yang kita hadapi insyaallah bisa kita lalui,”
Selain itu, ia mendorong penguatan nilai gotong royong dan kasih sayang antarmasyarakat sebagai bentuk implementasi pesan Idul Adha.
Gus Ipul: tabayyun di era informasi cepat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyoroti ancaman informasi tidak terverifikasi di era digital. Ia mengutip khatib Salat Idul Adha, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. Hamdan Juhannis, sebagai bagian dari renungan hari itu.
“Masjid Istiqlal ini dengan khatib Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. Hamdan Juhannis, pesan-pesannya cukup bagus sekali ya.
“Salah satu yang saya catat itu bagaimana sabar di era teknologi sekarang ini,”
Gus Ipul mengajak masyarakat untuk melakukan tabayyun atau klarifikasi sebelum menyebarkan informasi. Ia mengingatkan bahwa penyebaran data yang belum diverifikasi dapat memicu perpecahan sosial.
“Kita harus siap saring, klarifikasi dengan adanya pendapat yang kadang-kadang campur aduk antara yang benar, dan tidak benar,”
Pelaksanaan salat dan pesan persatuan lintas kelompok
Pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal berlangsung aman dan tertib menurut keterangan yang disampaikan. Para menteri berharap semangat pengorbanan hari raya diwujudkan melalui kepedulian sosial tanpa membeda-bedakan latar belakang.
“Semangat untuk berkorban, menolong sesama, dan penting dari salah satu yang disampaikan oleh khatib. Yakni pesan untuk bisa saling membantu tanpa membeda-bedakan agama, suku, maupun juga tentu pandangan politik,”
Pernyataan para menteri menunjukkan penekanan ganda: memperkuat ikatan sosial dan meningkatkan kehati-hatian dalam menyikapi arus informasi. Kedua pesan itu dinilai krusial untuk merawat persatuan dan stabilitas sosial ke depan.
Berita Terkait
Prabowo Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
Presiden Prabowo akan menjadi inspektur upacara Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta,...
RRI Kembangkan Layanan Multiplatform untuk Hadapi Disrupsi Media
RRI kembangkan layanan multiplatform sambil mempertahankan radio terestrial; DNIKS dorong literasi digital u...
Ketua DNIKS: Lansia Semakin 'Up to Date' dengan Teknologi
DNIKS menyatakan lansia makin akrab dengan teknologi; modul literasi digital disesuaikan agar mudah diterima...
RRI Perkuat Pemberdayaan Lansia Lewat Siaran dan Komunitas
RRI membuka ruang siaran dan komunitas untuk pemberdayaan lansia lewat program seperti Selantang, dialog, da...
DNIKS Ajak Lansia Bergerak dan Membaca untuk Jaga Kesehatan
Effendy Choirie ajak lansia rutin bergerak, membaca, dan berbagi pengetahuan untuk jaga kesehatan pada acara...
Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos ke 42 Daerah Mulai Juni 2026
Pemerintah memperluas digitalisasi bansos ke 42 kabupaten/kota mulai Juni 2026 untuk penyaluran lebih tepat...