Pemkab dan DPRD Malang Sepakati Perubahan APBD 2026
Malang — Pemerintah Kabupaten Malang dan DPRD Kabupaten Malang menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Rabu 16 September 2026. Bupati Malang Sanusi menegaskan perubahan anggaran harus diarahkan untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan disusun secara realistis.
Keputusan dalam Rapat Paripurna
Kesepakatan hasil pembahasan ditetapkan melalui Rapat Paripurna. Dokumen Raperda Perubahan APBD (P-APBD) menjadi landasan kebijakan sementara sebelum ditetapkan secara resmi melalui tahapan berikutnya.
Sanusi menegaskan persetujuan bukan hanya formalitas administrasi, tetapi sebuah komitmen kebijakan untuk penggunaan sumber daya yang lebih tepat dan terukur.
Arah kebijakan dan dasar penyusunan
Penyusunan P-APBD 2026 berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2025 dan diselaraskan dengan Kerangka Ekonomi Makro serta Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Nasional 2026. Di tengah tuntutan efisiensi anggaran pusat, Pemkab Malang berupaya menjaga struktur APBD tetap proporsional dan realistis.
Prioritas alokasi belanja
Pemkab menempatkan fokus pada sektor yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Prioritas alokasi meliputi:
- Pendidikan;
- Kesehatan;
- Infrastruktur yang terkait layanan dasar warga;
- Peningkatan kualitas pelayanan publik.
Alokasi yang disepakati diharapkan memberi dampak terukur, bukan sekadar angka penyerapan anggaran.
Pengukuran kinerja dan disiplin fiskal
Sanusi menginstruksikan seluruh perangkat daerah menerapkan penganggaran berbasis output dan outcome. Setiap program harus memiliki target serta indikator kinerja yang jelas untuk mengukur manfaat bagi masyarakat.
Persetujuan bersama ini bukan sekadar pemenuhan tahapan penganggaran, tetapi merupakan kesepakatan kebijakan untuk memastikan sumber daya daerah digunakan secara lebih tepat, terukur, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. — Bupati Malang Sanusi
Setiap anggaran harus dipertanggungjawabkan manfaat dan hasilnya. Indikator kinerja dan target waktunya harus terukur. — Bupati Malang Sanusi
Dia juga menekankan bahwa disiplin fiskal wajib dijaga. Efisiensi anggaran tidak boleh mengabaikan pelayanan dasar dan program prioritas pembangunan daerah.
Langkah selanjutnya
Setelah kesepakatan Raperda, Pemkab dan DPRD akan melanjutkan tahapan sesuai ketentuan sebelum perubahan anggaran ditetapkan dan dilaksanakan. Arah kebijakan ini diharapkan mengubah fokus penganggaran dari sekadar penyerapan ke pengukuran keluaran program dan manfaat riil bagi masyarakat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ansari Ingatkan Wisudawan STEI Pamekasan: Buktikan Manfaat Ilmu
Ansari minta wisudawan STEI Masyarakat Madani Pamekasan membuktikan manfaat ilmu mereka; 44 lulusan diwisuda...
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...
Hasto Ajak Mahasiswa Teladani Soekarno Way di Blitar
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa meneladani Soekarno Way sebagai pedoman kepemimpinan berideologi dan be...
Soekarno Run Blitar 2026 Dorong Peran Anak Muda di Politik
Deni Wicaksono: partai harus beri ruang bagi generasi muda lewat kegiatan seperti Soekarno Run dan Soekarno...
Soekarno Run Blitar: Partai Diminta Buka Ruang untuk Anak Muda
Deni Wicaksono minta partai buka ruang bagi pemuda lewat Soekarno Run dan kegiatan olahraga di Blitar untuk...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Tempursari
PDI Perjuangan Lumajang menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Tempursari pada 7 November 2026 sebagai...