Karhutla Lereng Lawu Ngawi: 4 Titik Api, Sekat Ilaran Dipercepat
Ngawi — Kebakaran hutan dan lahan di lereng utara Gunung Lawu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, hingga Kamis 17 September 2026 belum sepenuhnya padam. Petugas posko darurat di Desa Ngrayudan melaporkan masih terdapat empat titik api di kawasan RPH Campurejo, yakni Petak 42e (Desa Karanggupito) dan Petak 41-2 (Kecamatan Kendal). Luasan lahan yang terbakar masih dalam pendataan.
Situasi lapangan dan kendala akses
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menyatakan pemerintah daerah bersama relawan dan instansi terkait terus memantau lokasi sejak empat hari terakhir. Tim gabungan termasuk BPBD, Perhutani, TNI/Polri, dan relawan turun langsung sampai Pos 3, titik terjauh yang bisa dijangkau kendaraan.
Tim bersama Bupati turun langsung meninjau lokasi hingga Pos 3. Ini merupakan titik terjauh yang masih bisa dijangkau oleh akses kendaraan.
Akses yang terbatas membuat upaya padam manual sulit dilakukan di beberapa titik. Medan terjal menjadi alasan tim mengalihkan strategi dari pemadaman langsung ke pembentukan sekat penghalang.
Strategi pengendalian: sekat bakar dan ilaran
Petugas memilih membuat sekat bakar dan sekat ilaran sebagai langkah realistis untuk menghentikan laju api. Teknik ini dipilih karena dapat membatasi penyebaran kebakaran saat akses darat menuju titik api terhambat.
Melihat titik api yang masih belum bisa dijangkau, upaya yang dilakukan adalah membuat sekat ilaran sebagai antisipasi untuk mengendalikan ketika nanti penyebaran kebakaran terjadi.
Pembuatan sekat ilaran berlangsung secara manual dan mendapat dukungan warga setempat. Masyarakat secara sukarela membantu membuat sekat guna mencegah api masuk ke kawasan hutan produksi.
Koordinasi, dukungan logistik, dan prospek
BPBD Ngawi telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk tambahan dukungan. Salah satu permintaan yang diajukan adalah penggunaan helikopter untuk water bombing demi menjangkau titik yang tidak dapat diakses tim lewat darat.
Saat ini dua posko pemantauan dan logistik didirikan untuk mendukung operasi: Posko Ngrayudan dan Posko Girimulyo, keduanya di Kecamatan Jogorogo. Posko berfungsi sebagai pusat informasi dan suplai konsumsi bagi relawan pembuat sekat ilaran.
Wakil Bupati tetap optimistis bahwa upaya pembentukan sekat ilaran dapat mencegah penjalaran api ke hutan produksi dan lahan pertanian warga. Operasi akan terus berjalan sampai kebakaran benar-benar padam dan situasi dinyatakan terkendali.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ansari Ingatkan Wisudawan STEI Pamekasan: Buktikan Manfaat Ilmu
Ansari minta wisudawan STEI Masyarakat Madani Pamekasan membuktikan manfaat ilmu mereka; 44 lulusan diwisuda...
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...
Hasto Ajak Mahasiswa Teladani Soekarno Way di Blitar
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa meneladani Soekarno Way sebagai pedoman kepemimpinan berideologi dan be...
Soekarno Run Blitar 2026 Dorong Peran Anak Muda di Politik
Deni Wicaksono: partai harus beri ruang bagi generasi muda lewat kegiatan seperti Soekarno Run dan Soekarno...
Soekarno Run Blitar: Partai Diminta Buka Ruang untuk Anak Muda
Deni Wicaksono minta partai buka ruang bagi pemuda lewat Soekarno Run dan kegiatan olahraga di Blitar untuk...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Tempursari
PDI Perjuangan Lumajang menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Tempursari pada 7 November 2026 sebagai...