Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Tembus 6,89% pada 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor ekonomi kreatif Indonesia tumbuh sebesar 6,89% pada 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,11%. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut nilai PDB sektor ini mencapai sekitar Rp1.797,87 triliun, yang menunjukkan peran penting ekonomi kreatif sebagai pendorong pertumbuhan.
Pertumbuhan dan kontribusi PDB
BPS melaporkan bahwa nilai PDB ekonomi kreatif terus naik pada 2025. Kenaikan ini memberi kontribusi nyata terhadap kinerja ekonomi nasional dan memperkuat posisi sektor kreatif sebagai salah satu penggerak baru pertumbuhan.
Subsektor dengan laju pertumbuhan tertinggi
Beberapa subsektor menunjukkan lonjakan pertumbuhan signifikan. BPS mencatat subsektor Aplikasi dan Game Developer paling tinggi dengan pertumbuhan 18,22%. Disusul subsektor Film, Animasi, dan Video sebesar 17,59% dan Fotografi pada angka 10,15%.
Penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan
Sektor ekonomi kreatif juga menjadi penyerap tenaga kerja besar. Sekitar 27,4 juta orang bekerja di sektor ini, setara 18,7% dari total penduduk yang bekerja. Dari jumlah tersebut, 58,4% merupakan perempuan, yang menegaskan peran sektor kreatif dalam pemberdayaan tenaga kerja perempuan.
"Ekonomi kreatif kami nilai sebagai new engine for economic growth. Kontribusinya tidak hanya terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga terhadap penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan perempuan," kata Amalia melalui keterangan resmi, Senin, 29 Juni 2026.
Respons pemerintah dan prospek
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut capaian ini sebagai tanda tren positif. Ia berharap sektor kreatif dapat terus berkembang dan menjadi "The new engine of growth" bagi ekonomi nasional.
"Jadi, niatnya adalah niat untuk kebersamaan kita dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. The new engine of growth (mesin baru pertumbuhan ekonomi)," ujar Menparekraf.
Dengan data pertumbuhan dan kontribusi lapangan kerja yang kuat, sektor ekonomi kreatif berpotensi mempercepat pemulihan dan transformasi ekonomi. Ke depan, fokus pada penguatan ekosistem, akses pembiayaan, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja dinilai krusial untuk mempertahankan momentum ini.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
UMN Dampingi Petani Terapkan IoT dan Energi Surya di Bojong Renged
UMN mendampingi petani dan pembudidaya di Bojong Renged memakai IoT, akuaponik, dan energi surya untuk tingk...
Menko Polkam Ajak Perwira SeskoAD Jadi Pemimpin TNI yang Adil
Menko Polkam Djamari Chaniago minta Perwira SeskoAD siap jadi pemimpin TNI adil, berintegritas, dan melek an...
Digitalisasi Perlinsos Bisa Hemat Anggaran hingga Rp200 Triliun
Bakom: digitalisasi Perlinsos lewat DPI dapat menghemat anggaran negara hingga Rp127–Rp200 triliun dan menin...
Wamen Atip Rasakan Gempa Susulan Saat Keterangan Pers
Wamen Atip merasakan gempa susulan saat memberi keterangan pers virtual terkait gempa M7,7 di NTT, didamping...
Dokkes Polri Bantu Persalinan di Pengungsian Reo
Dokkes Polri mendampingi persalinan di tenda pengungsian Reo, Manggarai, 18 Agustus 2026; ibu dan bayi dinya...
KemenPPPA Dorong Keterwakilan Perempuan di Politik
KemenPPPA gelar FGD pada 20 Agustus 2026 dorong penguatan keterwakilan perempuan, soroti KPU, Bawaslu, dan t...