Pemkab Tangerang Perkuat Ekosistem UMKM lewat Festival dan Sertifikasi
Pemerintah Kabupaten Tangerang
Program pengembangan UMKM
Pemkab menyiapkan berbagai program untuk mendukung keberlanjutan UMKM. Fokusnya pada peningkatan kapasitas pelaku usaha dan akses pasar. Program utama meliputi:
- Pembinaan dan pelatihan kewirausahaan;
- Digitalisasi pemasaran dan pendampingan teknologi;
- Perluasan akses permodalan dan fasilitasi legalitas;
- Promosi produk unggulan melalui festival dan expo.
Soma mengatakan dukungan itu penting karena UMKM merupakan pilar utama perekonomian daerah. Ketika UMKM tumbuh, lapangan kerja bertambah dan perputaran ekonomi meningkat.
"UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian daerah. Ketika UMKM tumbuh dan berkembang, maka lapangan kerja semakin terbuka, perputaran ekonomi semakin meningkat, dan kesejahteraan masyarakat pun akan semakin baik," ujar Soma Atmaja.
Kemitraan dan event promosi
Selain program internal, Pemkab aktif memperkuat kemitraan antara pelaku usaha besar dan UMKM. Agenda festival dan expo dinilai efektif membuka ruang promosi lebih luas. Kegiatan serupa memberi panggung bagi pelaku usaha kecil menengah untuk memperkenalkan produk dan menjalin jaringan.
Soma menilai sinergi antar pelaku ekonomi kreatif dan UMKM menjadi contoh nyata kolaborasi. Festival juga berhasil meningkatkan minat masyarakat terhadap produk lokal.
Sertifikasi halal sebagai strategi daya saing
Secara terpisah, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, menekankan pentingnya sertifikasi halal. Menurutnya, sertifikat bukan sekadar dokumen, melainkan investasi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka pasar baru.
"Program ini bukan sekadar penyerahan sertifikat, tetapi merupakan investasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM. Ketika produk memiliki sertifikasi halal, kepercayaan konsumen akan meningkat dan peluang usaha pun semakin terbuka," ujar Maryono Hasan.
Pemerintah kota juga menyediakan fasilitasi legalitas, pelatihan, dan kemudahan akses sertifikasi halal sebagai bagian dari paket pemberdayaan UMKM.
Dampak dan prospek
Pemkab berharap langkah-langkah tersebut dapat memperluas jaringan pemasaran dan mendorong inovasi produk lokal. Dukungan lintas lini, baik swasta maupun lembaga terkait, diharapkan membantu UMKM bersaing di tingkat regional dan nasional.
Ke depan, kombinasi kreativitas dan kolaborasi dianggap kunci menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan serta memperkuat ekonomi daerah.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.