BEI Target Masuk 10 Besar Bursa Dunia hingga 2030
Direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target ambisius hingga 2030: masuk ke 10 besar bursa saham dunia dari sisi kapitalisasi pasar dan nilai transaksi. Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, Senin, 29 Juni 2026.
Empat pilar strategis
Jeffrey merinci empat pilar utama untuk mencapai target tersebut. Pertama, meningkatkan volume dan nilai transaksi pasar. Kedua, mengembangkan bisnis non-transaksi untuk memperluas sumber pendapatan.
Pilar ketiga menekankan peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat. Pilar keempat fokus pada meningkatkan inklusivitas, sehingga semua segmen investor dapat berpartisipasi di pasar modal Indonesia.
"Untuk mencapai target BEI masuk 10 besar pasar saham dunia, ada sejumlah pilar yang akan kita lakukan,"
Target kuantitatif hingga 2030
Direksi BEI menetapkan target indikator kunci pasar modal pada 2030, meliputi kapitalisasi pasar, rata-rata nilai transaksi harian, jumlah emiten, jumlah investor, dan rasio kapitalisasi pasar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
| Indikator | 2025 | Target 2030 |
|---|---|---|
| Kapitalisasi pasar | Rp15.847 triliun | Rp30.000 triliun |
| Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) | Rp18,1 triliun | Rp31 triliun |
| Perusahaan tercatat | 956 emiten | >1.000 emiten |
| Jumlah investor | 20,3 juta | 35 juta |
| Rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB | 66,5% | 83% |
Dukungan infrastruktur dan kolaborasi
Untuk merealisasikan target, BEI akan memperkuat infrastruktur perdagangan, operasional, dan pengawasan. Jeffrey menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Visi BEI tetap sama, menjadikan BEI sebagai bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia. Misi kita adalah menciptakan infrastruktur pasar keuangan yang terpercaya dan kredibel,"
Dampak dan prospek
Jika tercapai, target ini bakal mendorong likuiditas, kedalaman pasar, dan partisipasi investor ritel maupun institusi. Peningkatan jumlah emiten dan produk pasar modal inovatif juga diharapkan memperkuat peran pasar modal dalam pembiayaan ekonomi nasional.
BEI menempatkan pengembangan produk dan layanan yang mudah diakses sebagai bagian dari strategi jangka menengah. Implementasi pilar-pilar dan sinergi pemangku kepentingan akan menjadi kunci penentu realisasi target hingga 2030.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Sideways, Pasar Saham Masih Lesu
IHSG diperkirakan bergerak sideways pada 29 Juni 2026 setelah penutupan turun 1,72% dan asing mencatat net s...
Rempang: IAW Tegaskan Investasi Perlu Tata Kelola Kuat
IAW: Kasus Rempang-Galang menunjukkan investasi harus didukung tata kelola kuat, kepastian hukum, dan penyel...
KA Mutiara Selatan Layani 185.808 Penumpang hingga Mei 2026
KA Mutiara Selatan melayani 185.808 penumpang relasi Bandung–Surabaya hingga Mei 2026, naik 8,5% dibanding t...
KAI Ajak Gunakan Kanal Resmi demi Keamanan Perjalanan
KAI mengimbau pelanggan memakai kanal resmi seperti Access by KAI dan Contact Center untuk mencegah hoaks da...
Menhub Tawarkan Kereta Logistik Kalimantan ke Investor Swasta tanpa APBN
Menhub tawarkan pembangunan kereta logistik Kalimantan kepada investor swasta dengan skema investasi tanpa A...
Pramono Sambut Kolaborasi Ormas untuk Perkuat UMKM Jakarta
Gubernur Pramono Anung menyambut kolaborasi dengan ormas seperti Rekat dan Garuda untuk memperkuat ekonomi k...