IHSG Turun ke 5.820,79 pada 29 Juni 2026 Akibat Tekanan Global
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 75,34 poin atau 1,28 persen ke level 5.820,79 pada penutupan perdagangan Senin, 29 Juni 2026. Penurunan ini disinyalir dipicu tekanan sentimen global dan kehati-hatian investor domestik.
Pergerakan pasar dan statistik perdagangan
IHSG sempat dibuka di level 5.932 dan menyentuh titik tertinggi 5.942. Sepanjang sesi, indeks bergerak volatile dan sempat menyentuh level terendah 5.800.
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Saham menguat | 214 |
| Saham melemah | 449 |
| Tidak berubah | 149 |
| Volume perdagangan | 14,31 miliar saham |
| Nilai transaksi | Rp8,08 triliun |
| Penutupan | 5.820,79 |
Faktor eksternal: ketegangan geopolitik
Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai kombinasi sentimen eksternal dan domestik menekan indeks. Mereka mencatat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah sebagai pemicu utama.
"Pasar kembali memperhitungkan risiko geopolitik setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Kondisi tersebut meningkatkan ketidakpastian dan memengaruhi pergerakan pasar keuangan global," kata Tim Pilarmas Investindo Sekuritas, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Tim Pilarmas, eskalasi konflik terjadi setelah kedua negara saling melancarkan serangan pada akhir pekan. Meski ada kesepakatan menunda serangan lanjutan menjelang pembicaraan damai di Doha, pasar meragukan keberlanjutan kesepakatan itu.
"Ketidakpastian mengenai proses perdamaian masih menjadi perhatian pelaku pasar. Situasi itu membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko," ujarnya.
Faktor domestik dan data ekonomi yang dinantikan
Dari dalam negeri, sentimen kehati-hatian investor juga menahan laju IHSG. Pelaku pasar terus mencermati transparansi pasar modal, arah kebijakan pemerintah, dan arus modal asing yang belum stabil.
Investor saat ini menunggu rilis data ekonomi penting pekan ini. Laporan inflasi dan neraca perdagangan disebut-sebut akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.
"Pelaku pasar masih memilih bersikap hati-hati di tengah volatilitas pasar keuangan. Data ekonomi yang dirilis pekan ini akan menjadi penentu arah pergerakan pasar selanjutnya," kata Tim Pilarmas.
Proyeksi jangka pendek
Dengan tekanan eksternal yang masih dominan dan kepercayaan investor belum pulih, pergerakan IHSG diperkirakan tetap volatile dalam jangka pendek. Pelaku pasar akan mengawasi perkembangan geopolitik internasional dan rilis data ekonomi domestik sebagai katalis berikutnya.
Jika ketegangan mereda dan data ekonomi menunjukkan perbaikan, aliran masuk modal asing bisa membantu meredam tekanan. Sebaliknya, eskalasi konflik atau data yang mengecewakan dapat memperpanjang tekanan jual.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Sideways, Pasar Saham Masih Lesu
IHSG diperkirakan bergerak sideways pada 29 Juni 2026 setelah penutupan turun 1,72% dan asing mencatat net s...
Rempang: IAW Tegaskan Investasi Perlu Tata Kelola Kuat
IAW: Kasus Rempang-Galang menunjukkan investasi harus didukung tata kelola kuat, kepastian hukum, dan penyel...
KA Mutiara Selatan Layani 185.808 Penumpang hingga Mei 2026
KA Mutiara Selatan melayani 185.808 penumpang relasi Bandung–Surabaya hingga Mei 2026, naik 8,5% dibanding t...
KAI Ajak Gunakan Kanal Resmi demi Keamanan Perjalanan
KAI mengimbau pelanggan memakai kanal resmi seperti Access by KAI dan Contact Center untuk mencegah hoaks da...
Menhub Tawarkan Kereta Logistik Kalimantan ke Investor Swasta tanpa APBN
Menhub tawarkan pembangunan kereta logistik Kalimantan kepada investor swasta dengan skema investasi tanpa A...
Pramono Sambut Kolaborasi Ormas untuk Perkuat UMKM Jakarta
Gubernur Pramono Anung menyambut kolaborasi dengan ormas seperti Rekat dan Garuda untuk memperkuat ekonomi k...