Olahraga

PBSI Rotasi Skuad: Apriyani Diproyeksikan ke Ganda Campuran

Bagikan:
Apriyani Rahayu dan Dejan Ferdinansyah sebagai proyeksi pasangan ganda campuran PBSI

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) melakukan penataan ulang komposisi pemain di sektor ganda campuran dan putri untuk memperkuat daya saing tim nasional di level internasional. Salah satu keputusan penting adalah memproyeksikan peraih medali emas Olimpiade, Apriyani Rahayu, dipasangkan dengan Dejan Ferdinansyah. Pasangan ini akan melalui periode evaluasi pada enam turnamen internasional sebelum penentuan kelanjutan program.

Alasan penataan dan proses evaluasi

PP PBSI menyatakan langkah ini berasal dari evaluasi menyeluruh terhadap performa atlet, kebutuhan regenerasi, dan penguatan kedalaman skuad. Kepala Pelatih Ganda Campuran, Rionny Mainaky, menyebut keputusan diambil setelah diskusi lintas sektor bersama tim pelatih.

“Setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh, kami melihat kondisi dan performa pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari saat ini belum berada pada level yang kami harapkan. Karena itu, kami mencoba mencari solusi terbaik agar potensi Apriyani sebagai atlet bisa dimaksimalkan sekaligus menjawab kebutuhan tim di sektor ganda campuran,”

Rionny menambahkan bahwa penempatan Apriyani ke sektor campuran bertujuan memaksimalkan kekuatan individu sekaligus memenuhi kebutuhan tim akan pasangan yang kompetitif.

Kekuatan pemain dan kecocokan pasangan

Menurut tim pelatih, Apriyani punya kemampuan membaca permainan yang baik dan peran sebagai playmaker. Ia juga disebut kuat dalam transisi bertahan dan menyerang serta berpengalaman di pertandingan besar.

“Apriyani memiliki kemampuan membaca permainan dengan sangat baik, mampu menjadi playmaker, memiliki jangkauan lapangan yang luas, serta kuat dalam transisi bertahan maupun menyerang. Dari sisi pengalaman dan mental bertanding, dia juga sudah terbukti mampu tampil di pertandingan-pertandingan besar,”

Sedangkan Dejan dinilai cocok sebagai pemain belakang dengan kekuatan serangan dan kemampuan mengatur ritme permainan. Rionny menilai karakter bermain kedua atlet dapat saling melengkapi.

“Dejan mempunyai kualitas smash yang sangat baik dan mampu mengontrol permainan dari area belakang. Kami melihat karakter bermain mereka saling melengkapi sehingga diharapkan dapat membentuk pasangan yang solid dan kompetitif,”

Kriteria dan durasi evaluasi

Pasangan Apriyani/Dejan akan menjalani evaluasi objektif selama enam turnamen internasional. Tim pelatih menyebut beberapa kriteria yang akan dinilai:

  • Chemistry dan pola komunikasi antar pemain
  • Adaptasi taktis terhadap lawan dan situasi pertandingan
  • Konsistensi performa sepanjang turnamen
  • Peran dan kontribusi setiap pemain dalam strategi tim

“Kami ingin memberikan waktu yang cukup kepada setiap pasangan untuk beradaptasi. Evaluasi akan dilakukan secara objektif, mulai dari chemistry, pola komunikasi, adaptasi taktis, hingga konsistensi performa di pertandingan,” ujar Rionny.

Implikasi bagi regenerasi dan kedalaman skuad

Melalui penataan ulang ini, PP PBSI berharap memperkuat kedalaman tim nasional dan membuka peluang lahirnya pasangan yang mampu bersaing di level dunia. Hasil evaluasi enam turnamen akan menjadi dasar penentuan program pembinaan selanjutnya serta arah regenerasi bulutangkis Indonesia.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait